SEMBUH KARENA ANUGERAH TUHAN

Posted by Admin 2026-05-28

blog-post-image

"Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung;
dari manakah akan datang pertolonganku?
Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.
Ia takkan membiarkan kakimu goyah,
Penjagamu tidak akan terlelap.
Sesungguhnya tidak terlelap dan tigak tertidur Penjaga Israel.
Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.”

Mazmur 121:1-5 TB

Perkenalkan nama saya Aeshely, saya tinggal di Bekasi dan saat ini melayani di GBI Rayon 5. Saya ingin berbagi cerita betapa baiknya Tuhan yang telah memberikan anugerah dalam hidup ini.

Semua bermula pada bulan Januari 2021 saya merasakan sakit di telinga kiri dan 4 bulan kemudian merambat sakitnya ke telinga kanan. Lalu saya berobat ke Dokter THT, dari hasil pemeriksaan ditemukan benjolan di leher sebesar telur puyuh. Menurut diagnosa sementara adalah tumor ganas. Saya pun dirujuk ke rumah sakit di daerah Bekasi untuk melakukan biopsi.

Hasil Biopsi menunjukan bahwa saya kena kanker ganas Nasoparing Neoflas dan sudah merambah ke tulang. Kebetulan saya adalah tipe orang yang ceria, sehingga ketika dokter menyampaikan hasilnya kanker ganas saya hanya bilang “ya udah gak apa-apa dok”.  Melihat respon saya, dokter agak marah karena terlihat seolah-olah menyepelekan. Sambil menjelaskan bahwa yang saya alami ini adalah penyakit berbahaya dan bisa mengancam nyawa, sebab itu jangan dianggap sepele. Akhirnya saya pun di rujuk ke Dokter Onkologi.

Saya tidak menyepelekan, namun saya lebih memikirkan kepada biaya pengobatannya. Saya tahu ini tidak mudah dan tidak murah, tetapi membutuhkan biaya yang tidak sedikit juga membutuhkan proses pengobatan yang panjang. Jujur saya tidak memiliki cukup uang. Pikiran saya sudah binggung, bagaimana dengan biaya pengobatannya? Apakah saya sanggup mejalaninya?

Sebagai anak Tuhan, saya punya iman untuk sembuh, Tuhanlah yang menyembuhkan segala penyakit. Oleh sebab itu saya mengantungkan harapan saya kepada Tuhan, saya berdoa biar ada mujizat yang Tuhan kasih. Walaupun kita semua tahu, tidak sedikit orang yang luput dari penyakit kanker. Namun saya harus punya iman untuk bisa sembuh. Karena saya punya Tuhan yang besar yang berdaulat atas hidup saya.

Saya menjalani pemeriksaan Bone Scan di sebuah rumah sakit di daerah Salemba dan saya juga harus melakukan kemoterapi sebanyak 60 kali, Selain kemoterapi, saya juga melakukan radiasi sebanyak 33 kali.

Namun saat kemoterapi ke 10 saya kena stroke ringan, mulut saya mencong. Tetapi Puji Tuhan, 2 hari perawatan di rumah sakit saya pulih Kembali, sehingga dapat melanjutkan kemoterapi. Banyak proses yang harus saya jalani selama proses kemoterapi, ada rasa tidak berdaya namun saya melihat pertolongan Tuhan yang memberikan kekuatan.

Puji Tuhan, Tuhan Yesus sungguh baik, Tuhan yang memberikan kemampuan. Semua biaya dapat terpenuhi dari semua pemeriksaan, baik itu CT-Scan, Bone Scan sampai biaya kemoterapi dan obat-obatan. Semuanya tercover dengan BPJS. Dan satu hal yang saya sangat bersyukur. Tuhan utus seorang anak Tuhan Stevany Worship Leader di gereja Rayon 5, yang kurang lebih selama satu tahun membantu mengurus admin di RS, sehingga semuanya dapat berjalan dengan baik. Terlebih lagi saya bersyukur ada keluarga, teman-teman sepelayanan dari GBI Rayon 5 yang terus mendukung dalam doa serta memberikan saya semangat untuk sembuh.

Dalam kemoterapi yang ke 30, selama 2 jam saya diantara hidup dan mati. Mendadak saya kesulitan untuk bernapas dan denyut nadi saya pun hilang. Saat itu keluarga saya mengira kalau saya sudah tidak ada, sudah meninggal.  Namun tiba-tiba saya sadar kembali dan keadaan saya mulai membaik sehingga bisa melanjutkan kemo.

Perjalanan panjang selama 2 tahun membuktikan kalau Tuhan sayang dan masih memberikan kesempatan hidup yang kedua.  Hari Selasa, tanggal 9 April 2024 setelah biopsi terakhir, hasilnya saya dinyatakan bersih dari virus kanker. Dokter menyatakan saya sudah sembuh, Haleluyaaaaa Tuhan Yesus dahsyat.

Saya bersyukur dan beterima kasih buat segala apa yang Tuhan sudah buat dalam hidup saya, saya melihat sungguh penyertaanNya sempurna, tidak sekalipun Tuhan meninggalkan saya. Terima kasih Tuhan Yesus Engkau baik dan teramat baik buat saya.