PELANGI SEHABIS HUJAN
Posted by Admin 2026-05-28
"Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan yang tak terduga,
serta keajaiban-keajaiban yang tak terbilang banyaknya."
Ayub 5:9 TB
Shalom. Nama saya Metha, saya seorang ibu dari 2 anak. Saya melayani sebagai guru sekolah minggu di GBI Sudirman. Dalam kesempatan ini, ijinkanlah saya untuk dapat membagikan kesaksian tentang kebaikan Tuhan yang luar biasa yang Tuhan lakukan dalam hidup saya. Semoga dapat menjadi berkat bagi saudara semua.
Tahun 2016 saya menikah dan sebulan kemudian saya hamil. Namun janin saya tidak berkembang, dokter mengatakan bahwa saya mengalami kehamilan yang tidak normal yaitu hamil anggur (mola hidatidosa).
Mola hidatidosa adalah kehamilan abnormal berupa tumor jinak yang terbentuk akibat kegagalan pembentukan atau lebih dikenal dengan istilah hamil anggur. Dimana janin yang terbentuk dalam kehamilan tak langsung berwujud seperti manusia, melainkan berawal dari sebuah gelembung ovum (sel telur) yang kemudian membelah kelipatan dua. Begitu seterusnya hingga nampak sebagai sekumpulan buah anggur.
Hamil anggur dapat membahayakan nyawa, oleh sebab itu dokter menyarankan saya di kuretase. Akhirnya kuterase pun segera dilakukan. Setiap bulannya saya harus cek darah untuk melihat nilai kadar Human Chorionic Gonadotropin (hCG) dalam darah sampai batas normal hingga dinyatakan bersih/ sembuh.
Namun, pada bulan ke-3 ternyata hasil hCG meningkat dan saya dirujuk ke dokter onkologi untuk menjalani terapi suntik yang diberikan selama 5 hari berturut-turut untuk menekan hCG, agar tidak bertambah parah. Obat tersebut termasuk obat keras yang menyebabkan kondisi kesehatan saya menjadi menurun (imun tubuh saya pun menurun).
Saya merasakan pusing, sulit menelan makanan serta tubuh yang terasa gatal dan bengkak yang terasa perih. Dalam keadaan ini saya berdoa kepada Tuhan agar memampukan saya untuk dapat bertahan dalam menjalani proses penyembuhan. Puji Tuhan, hasil hCG saya pun menurun drastis sehingga dokter menyarankan agar saya dapat menjalani 1 tahap lagi.
Artinya saya harus menjalani terapi selama 5 hari lagi. Setelah itu, saya harus periksa darah dan kadar hCG. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar hCG tidak menurun secara significant. Akhirnya dokter mengambil solusi terakhir untuk dilakukan kemoterapi.
Mendengar hal itu hati saya sedih, saya seperti menderita penyakit kanker yang harus menjalani kemoterapi. Saya berdoa, berseru kepada Tuhan, ”mengapa saya harus dikemo?”. Saya membayangkan keburukan tentang kemoterapi, bagaimana jika rambut saya sampai botak? apakah saya sanggup menjalani semuanya ini?, saya berharap semua ini hanyalah mimpi dan dapat segera berakhir.
Saya harus rutin menelan obat, padahal selama ini saya sudah menjalani pola hidup sehat dan merasa hidup saya sudah baik-baik saja. Sebagai manusia, saya tidak terima, saya sedih, kecewa dan protes kepada Tuhan. Mengapa saya harus mengalaminya.
Saya terus mencari penjelasan dari beberapa dokter mengenai penyakit ini dan akhirnya saya mendapatkan pemahaman dari seorang dokter di salah satu RS di Jakarta, yang menguatkan saya bila semuanya ini akan baik-baik saja. Saya menyerahkan kondisi saya kepada Tuhan di dalam doa dan percaya sepenuhnya kepada Tuhan bahwa Tuhan yang berdaulat atas hidup saya.
Dokter menyarankan agar saya menggunakan BPJS sehingga tidak perlu khawatir untuk biaya pengobatan. Akhirnya saya mulai melakukan semua tahapan proses pengobatan. Dimulai rujukan dari puskesmas dengan mengumpulkan data medis dan mengantri dengan ratusan pasien BPJS di Rumah Sakit. Demi mendapatkan pengobatan dan kamar inap untuk menjalani kemoterapi selama 5 hari.
Saya menjalani pengobatan sendiri karena tidak mau merepotkan keluarga, Saya masih kuat untuk berjalan sendiri. Kemoterapi selama 4 malam dan kembali lagi dihari kelima untuk obat yang terakhir.
Di situlah saya merenungkan Mazmur 23 bahwa Tuhanlah gembala yang baik. Saya percaya bahwa sejauh ini Roh Kudus terus menguatkan saya untuk dapat kuat. Saya pegang janji Tuhan bahwa Dia pasti menyertai saya diperjalanan yang tidak mudah ini. Bahkan saya harus kuat saat melihat pasien-pasien lain di kamar kemoterapi yang sudah bertahun-tahun kemo tapi belum kunjung sembuh dan akhirnya meninggal.
Saya berdoa, menyerahkan seluruh hidup saya kepada Tuhan, pasti Tuhan akan menyertai dalam proses pengobatan ini dan memberikan kesembuhan. Tangan Tuhan juga menyertai lewat kehadiran beberapa hamba Tuhan yang datang mengunjungi untuk mendoakan saya, Juga dukungan doa teman-teman seiman dari GBI Sudirman.
Proses kemoterapi sangat tidak nyaman, tetapi saya teringat pengorbanan Tuhan Yesus di atas kayu salib, Tuhan bahkan pernah merasakan penderitaan yang jauh lebih besar dari yang saya alami ini. Saya harus jadi anak Tuhan yang tidak cengeng dan tidak hanya mau menerima hidup yang nyaman saja. Bahwa berkat yang sesungguhnya adalah kekuatan, sukacita dan pengharapan di tengah kehidupan yang sedang tidak baik-baik saja.
Selesai tahap 1 kemoterapi, 2 minggu kemudian saya harus ambil darah dan melihat hasil hCG saya menurun. Puji Tuhan, saya harus kuat, saya harus bisa menjalani semua tahapan pengobatan dengan baik.
Tidak henti-hentinya saya berdoa agar hCG saya dapat segera menurun drastis, trombosit dan leukosit normal sehingga saya dapat melanjutkan pengobatan ke tahap selanjutnya. Firman Tuhan dan lagu-lagu rohani menguatkan saya menjalani pengobatan ini. Ditahap yang ke-2 saya mendapati rambut saya mulai rontok dan saya memutuskan untuk mencukur rambut.
Saya mencari wig yang cocok untuk dipakai ke kantor dan gereja. Ternyata memiliki kepala yang plontos sering membuat saya kedinginan dan gatal-gatal karena sering kepanasan memakai wig yang terbuat dari bahan sintesis.
Selesai menjalani kemoterapi selama 5 hari saya tetap kembali bekerja seperti biasa. Meskipun saya sering merasa lelah, maag saya sering kambuh dan tulang belakang yang sangat nyeri apalagi saat malam hari tidak jarang saya merintih kesakitan.
Namun saya percaya, sakit yang saya alami ini hanyalah sementara, Tuhan pasti menyembuhkan saya dari semua sakit ini. Saya teringat akan Firman Tuhan bahwa penyakit ini tidak lebih besar dari kuasa Tuhan. Saat ini Tuhan sedang memproses saya dan membawa saya ke level yang lebih tinggi. Tuhan mau saya dapat bertumbuh melalui semua proses ini.
Saya tidak boleh kalah dengan rasa sakit ini. Seperti Yusuf dan Ayub dimurnikan lewat proses yang sangat tidak enak tapi Tuhan siapkan berkat yang luar biasa dan hidup mereka menjadi kesaksian dan berkat bagi bangsanya.
Puji Tuhan, selama 4 bulan saya dapat melalui 6 tahap kemoterapi. Tuhan Yesus baik dan sangat baik, saya dinyatakan tidak perlu kemoterapi lagi karena semua hasil hCG sudah baik. Saya bersyukur Tuhan selalu menuntun perjalanan saya dan menguatkan saya sampai pengobatan selesai.
Dokter menyarankan saya tidak hamil dulu selama setahun, menjalani hidup sehat dengan memperhatikan pola makan dan berolahraga secara teratur.
Melewati satu tahun setelah kemoterapi saya kembali lagi ke dokter kandungan untuk konsultasi, apakah saya masih bisa punya anak? dengan menceritakan semua riwayat penyakit saya sebelumnya. Dokter mengatakan bahwa itu sangat mungkin, rahim saya tidak bermasalah, lalu dokter memberikan vitamin untuk mendukung kesuburan.
Saya berdoa kepada Tuhan agar saya dapat diberikan seorang anak. Mungkin keberadaan saya sepertinya sangat sulit dan tidak mungkin untuk mendapatkan anak, tetapi saya percaya kepada Tuhan karena Tuhan melihat kerinduan hati saya.
Sebulan kemudian tepat di hari ulang tahun saya ke 30 tahun 2019, Tuhan memberikan hadiah yang luar biasa. Saya pergi ke dokter untuk USG, betapa terharunya saya melihat di layar USG, dokter mengatakan saya hamil. Puji Tuhan. saya bersyukur Tuhan menjawab doa.
Setelah beberapa minggu awal kehamilan, saya hampir mengalami kecelakaan saat menuju ke kantor karena khawatir saya dan suami sepakat memeriksakan kehamilan ke dokter kandungan.
Alangkah terkejutnya kami saat melihat ada 2 janin dilayar monitor saat USG. Dokter mengatakan ada 2 janin di rahim saya, yang artinya kami akan memiliki anak kembar. Betapa ajaibnya Tuhan Yesus, saya tidak pernah menduga untuk mendapatkan kado istimewa dari Tuhan. Tuhan sangat memberkati saya dengan anak kembar, sesuatu hal yang tidak pernah saya pikirkan dalam hidup. Puji Tuhan, putri kembar kami sekarang berusia 3 tahun tumbuh dengan sehat dan lucu.
Saya hampir pernah menyerah dan putus asa untuk dapat hamil dan punya anak setelah kemoterapi. Rencana Tuhan sungguh ajaib, tidak pernah sanggup dipikirkan oleh jalan pikiran manusia. Saya merasakan perjalanan iman bersama Tuhan, Dia melihat kesungguhan kita saat meminta dan percaya kepadaNya. Bahkan Tuhan sanggup memberikan lebih daripada apa yang kita minta.
Terima Kasih Yesus. Saat kita beriman, bersungguh-sungguh meminta, dan selalu bersyukur dalam segala keadaan. Dia melihat iman kita bahkan Dia memberikan kemurahanNya, memberkati kita dengan hal-hal yang tidak pernah kita lihat dengan mata, muncul dalam hati dan didengar telinga.