MUJIZAT KESEMBUHAN
Posted by Admin 2026-05-28
"Tuhan itu baik;
Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan;
Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya."
Nahum 1:7 TB
Perkenalkan nama saya Agus Sugiarto atau biasa dipanggil dengan 'Agus', berasal dari Banjarmasin. Pernikahan saya dengan Lenny dikaruniai dengan tiga orang putera. Saya memberi diri untuk dibaptis pada tahun 1993, dan dua tahun setelah itu saya mulai aktif melayani Tuhan. Puji Tuhan, saat ini saya dipercayai untuk mengembalakan jemaat di GBI Pecenongan, Rayon 1E di bawah penggembalaan Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo.
Dalam kesempatan ini, saya ingin berbagi cerita tentang mujizat Tuhan yang telah saya alami. Kisah ini berawal pada tahun 2021, ketika saya merasakan sakit dibagian pinggang, awalnya saya mengira karena otot yang tegang atau terkilir. Saya pun mengobatinya dengan membalurkan balsam dan arak ke bagian yang sakit ,serta memijatnya. Namun keadaannya tidak juga membaik; bahkan bila sewaktu-waktu kambuh, saya merasakan sangat sakit.
Akhirnya saya memeriksa diri ke dokter dan betapa terkejutnya, ketika dokter urolog mengatakan bahwa di dalam ginjal saya ditemukan 2 buah batu. Saya memang ada jadwal rutin ke dokter dua kali dalam setahun. Setelah enam tahun yang lalu ditemukan batu dalam ginjal saya yang telah membengkak. Puji Tuhan, batu ukuran kecil tersebut dapat keluar sendiri.
Saya tidak mengerti bagaimana batu itu bisa ada. Dokter menjelaskan mungkin saja dapat terjadi karena kurang minum air, kelamaan duduk atau asupan vitamin secara berlebihan. Dari hasil pemeriksaaan, dokter mendiagnosa terdapat dua batu yang ukurannya cukup besar.
Dokter pun menyarankan agar saya segera melakukan tindakan operasi. Namun saat itu, saya coba bertanya kepada dokter bagaimana jika minum obat saja dengan harapan batunya dapat keluar sendiri seperti sebelumnya.
Permintaan tersebut ditolak oleh dokter dikarenakan ukuran batu sudah besar dan tetap harus dilakukan tindakan operasi, karena tidak mungkin bisa keluar sendiri. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan saya memutuskan untuk menunda tindakan tersebut. Saya berpikir mungkin dengan banyak minum air , batu itu bisa keluar sendiri melalu saluran kencing.
Pada bulan Februari 2023, tiba-tiba saya mendapatkan serangan jantung sampai harus memasang ring dan minum obat pengencer darah untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah di pembuluh darah. Penggumpalan darah dapat menyumbat aliran darah ke otot jantung dan menyebabkan serangan jantung kembali. Pembekuan darah juga dapat menghadang aliran darah ke otak, sehingga menyebabkan stroke.
Selama dua tahun tidak minum obat apapun, menyebabkan keadaan ginjal saya semakin parah. Karena saya mulai merasakan kesakitan. Jika rasa nyeri itu timbul, saya akan merasakan sakit setengah mati. Ketika itu saya memutuskan untuk melakukan tindakan, dokter urolog melarang, karena apabila sedang meminum pengencer darah, harus menunggu beberapa bulan; bahkan setahun lamanya sejak pemasangan ring.
Akhirnya pada tanggal 12 November 2023, tiba tiba saya sudah tidak dapat buang air kecil lagi. Saya merasakan sakit yang sangat luar biasa. Sudah dua hari saya tidak dapat buang air, sekalipun saya merasakan ingin buang air kecil. Setiap kali mencoba untuk buang air kecil yang keluarpun hanya tetesan saja.
Saya benar-benar sudah tidak mampu menahan rasa sakitnya. Saya berpikir mungkin batunya sudah menyumbat di saluran kencing. Rasanya sangat menderita, sampai-sampai saya takut minum air. Karena tidak mampu menahan rasa sakit, saya mencoba menghubungi dokter. Namun saya tidak dapat jadwal dan paling cepat dijadwalkan satu hingga dua minggu ke depan.
Saya sempat merasa panik dan khawatir, bagaimana mungkin dapat menunggu waktu selama itu sedangkan saya sudah tidak dapat menahan rasa sakit dan sangat menderita, karena sudah tidak dapat buang air kecil. Akhirnya saya berinisiatif untuk pergi ke RS pada pukul 19:00, saya berpikir apabila masuk ke ruang UGD, pasti mau tidak mau ada dokter yang menangani.
Perkiraan saya benar. Ketika masuk ke ruang UGD, saya langsung ditangani dan hasil CT Scan diketahuilah bahwa batu tersebut telah menutupi saluran kencing. Dokter juga mengatakan bahwa ukurannya mencapai hingga 3,2 cm dan terdapat banyak batu (multiple stone).
Saya bertanya kepada dokter, apakah mungkin batu tersebut dapat keluar sendiri? Dokter menjawab bahwa selama dia menjadi dokter belum pernah ada kasus bahwa batu besar dapat keluar secara alami, meskipun bisa masih dalam ukuran kecil, itupun pasti sangat sakit bahkan sampai keluar darah.
Setelah menunggu beberapa jam dengan didampingi istri, akhirnya saya masuk ruang rawat inap. Sebelum istri pulang kami berdoa, setelah itu saya kembali berdoa kepada Tuhan memohon pengampunan bila selama ini saya kurang percaya, dan saya menyerahkan segala kekhawatiran saya dengan mengandalakan Tuhan sepenuhnya.
Tidak lama setesai berdoa, perawat datang dan mengatakan bahwa besok pagi akan dilakukan tindakan operasi pada pukul 8.30, namun sebelumnya dokter anastesi akan berkunjung pada pukul 6.30 pagi untuk memberikan pengarahan dan bius total.
Keesokan harinya pada pukul 4 pagi, seperti biasa saya saat teduh dengan berdoa, membaca Firman dan kembali tidur. Saya terbangun kembali sekitar pukul 5 pagi, saat perawat hendak memeriksa suhu dan tensi tubuh. Tepat pukul 6.30 dokter anastesi datang berkunjung menjelaskan prosedur tindakan. Selesai memberi penjelasan dokter meminta saya untuk mandi dan jam 7 baru ke ruang laboratorium.
Sekitar pukul jam 7 kurang, saya pergi ke toilet untuk bersih-bersih dan sikat gigi. Tiba-tiba saya merasa ingin buang air kecil, namun seketika itu saya terkejut karena tampak seperti benda yang loncat keluar. Saya berpikir itu benda apa ya? Setelah saya perhatikan ternyata batu yang berukuran cukup besar.
Dengan bergegas saya memanggil perawat dan menunjukan benda tersebut. Saya berkata “sus lihat ini batunya keluar”. Perawat langsung bersorak: “Ya Tuhan, mujizat pak mujizat”, lanjutnya: “ berdarah tidak pak?" Dengan cepat saya menjawab: ‘tidak”. Tidak puas dengan jawaban saya, kembali perawat bertanya “sakit tidak pak?”, sekali lagi saya menjawab “tidak”. Perawat itu dengan tergesa-gesa membawa benda tersebut dan meunjukannya kepada para perawat yang bertugas pada pagi itu.
Kegemparan terjadi pada pagi hari itu, sampai-sampai perawat mengabadikan batu tersebut. Para suster yang melihat kejadian tersebut mengatakan: “Ini mujizat pak, selama saya menjadi perawat belum pernah melihat batu sebesar ini dapat keluar sendiri.” Apalagi setelah diukur besarnya mencapai 2 cm.
Namun saya masih belum dapat buang air kecil setelah batu itu keluar, karena dokter memang mengatakan terdapat multiple stone. Saya berpikir, “wah, jadi nih saya tetap dioperasi”. Saya kembali berdoa kepada Tuhan dan mengucap syukur atas campur tangan Tuhan sehingga batu itu bisa keluar. Saya terus memuji-muji dan menyembah Tuhan, saya memang mempunyai iman agar tidak jadi dioperasi tetapi saya menyerahkannya semua kepada Tuhan.
Sebagai manusia saya merasa ada rasa khawatir. Namun tiba-tiba kembali saya merasakan ingin buang air kecil, kembali saya dikejutkan dengan suatu benda yang keluar saat saya buang air kecil. Puji Tuhan setelah batu kedua keluar, saya dapat buang air kecil sampai tuntas. Setelah diukur batu kedua sebesar 1 cm. Sungguh, saya tidak pernah membayangkan batu sebesar 2 cm dan 1 cm dapat keluar sendiri tanpa raa sakit dan berdarah.
Padahal sebelumnya dari perkiraan hasil CT Scan batu tersebut hanya sebesar 0.6 cm saja. Kejadian tersebut sungguh membuat saya terkagum-kagum akan kuasa Tuhan. Ruangan operasi sudah dipersiapkan bahkan dokter sudah bersiap-siap untuk melakukan tindakan.
Pada pukul 8 pagi, Dokter urolog datang, ia langsung memberi ucapan selamat sambil berkata: “Secara medis 99 persen tidak mungkin batu sebesar ini dapat keluar tanpa melakukan tindakan operasi, namun bila ini terjadi hanya karena mujizat. Saya ijin untuk mengabadikan batu ini untuk saya pajang d diruangan praktek saya.”
Istri saya yang menyaksikan hal itu sampai terharu: “Tuhan telah melakukan perkara yang besar”. Saya kembali bertanya jkepada dokter: “Bagaimana kelanjutannya dok, apakah saya bisa pulang?” Dokter menjawab :“Ya boleh pulang, mau diapain lagi, karena dari hasil pemeriksaan batunya sudah keluar."
Tuhan Yesus sungguh dahsyat, saya mengucap syukur atas mujizat yang saya alami. Tuhan Yesus sungguh baik, mujizat-Nya masih ada dan terjadi tepat pada waktunya. Tuhan ijinkan batu tersebut keluar di RS dengan disaksikan oleh para perawat dan para dokter.
Nama Tuhan dipermuliakan, bahkan hingga kesaksian ini ditulis, banyak jiwa-jiwa yang mendengarkan kesaksian ini telah diberkati.
Melalui kesaksian ini, kita belajar untuk tetap harus percaya, memiliki iman dan berdoa. Masalah boleh ada tetapi jangan mundur dan putus asa, karena ada waktunya Tuhan menolong, asal kita berserah kepada Tuhan. Amin.