SUDAHKAH ANDA MEMPERSIAPKAN DIRI?

25 Aug, 2019

Tuhan Yesus segera datang untuk kali yang kedua. Ini adalah sebuah keniscayaan yang tak tersangkali, sebab Tuhan Yesus sendiri yang mengatakannya. Terkait tentang waktu kedatangan-Nya kembali tentu tidak ada seorang manusia pun yang memiliki kewenangan atau diberikan karunia khusus untuk menghitung-hitung apalagi menetapkan satu tanggal, bulan bahkan tahun tertentu. Jika ada yang melakukan hal demikian, dapat dipastikan hanya mencari sensasi rohani semata! Sebab dengan tegas Tuhan Yesus berkata: "Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja." (Mat 24:36; Mar 13:32).

Namun demikian, Tuhan Yesus memberikan tanda-tanda kedatangan-Nya yang kedua kali, salah satunya seperti yang disampaikan oleh Gembala Jemaat Induk/Gembala Pembina: "Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu." Jika segala sesuatu yang hilang dan rusak sudah dipulihkan, maka itulah saat yang kita nantikan akan terjadi. Pertanyaannya adalah, sudahkah kita mempersiapkan diri?

Salah satu cara kita mempersiapkan diri adalah dengan menjadi seperti 'lima gadis bijaksana' yang memiliki persediaan minyak (Matius 25:1-4). Minyak berbicara tentang pengurapan Roh Kudus. Ada dua hal penting terkait dengan persediaan 'minyak' dalam menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali:

1.       Pastikan diri kita senantiasa dalam kondisi yang penuh dengan Roh Kudus.

Kita memastikan kondisi kesehatan jasmani kita dengan cara melakukan pemeriksaan medis secara rutin minimal 6 bulan sekali untuk memeriksa berbagai indikasi dalam tubuh kita. Namun, pernahkah kita melakukan pemeriksaan terhadap kondisi 'kesehatan' rohani kita secara rutin? Beberapa indikasi nyata yang  menunjukan kalau kita sudah mulai tidak penuh dengan Roh Kudus antara : mulai malas beribadah dan bersekutu, tidak semangat dalam berdoa, memuji dan menyembah Tuhan, malas baca Alkitab, mudah terpancing emosinya, suka bersungut-sungut dan kurang mengucap syukur. Ada banyak faktor yang menyebakan kondisi seperti demikian, yakni: beban persoalan (pergumulan hidup) yang berat, kurang berbahasa roh, dan menyimpan sakit hati, kebencian atau kepahitan yang belum dibereskan. Ayo bangkit, lepaskan pengampunan, terus perkatakan Firman Tuhan dan banyak berbahasa roh, agar kita kembali 'on fire' dan senantiasa dalam kondisi yang penuh dengan Roh Kudus.

2.       Pastikan diri kita senantiasa berjalan dalam 'destiny' Tuhan bagi kita.

Setiap kita membawa tujuan ilahi (destiny) yang dari Tuhan untuk pribadi kita masing-masing. "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya." (Efesus 2:10). Destiny kita berbeda-beda, tidak semua orang percaya dipanggil untuk menjadi fulltimers, sama seperti halnya tidak semua orang dipanggil sebagai pengusaha atau bergerak di marketplace. Karenanya, apapun yang menjadi destiny kita dari Tuhan, jalani dengan kesetiaan dan ketekunan. Jangan lari dari panggilan Anda. Mereka yang lari dari panggilan akan mengalami 'kebocoran minyak', dimana tanpa disadari pengurapan Tuhan dalam hidupnya mulai berkurang, makin berkurang, sampai pada akhirnya apa yang dilakukan tanpa urapan sama sekali dan sekedar mengandalkan keahlian atau pengalaman saja. Jika saat ini Anda sedang dalam kondisi yang seperti ini, cepat bertobat dan kembali kepada panggilan / destiny Anda! Tuhan Yesus memberkati dan mengurapi. (DL)