YESUS SANG DERMAWAN

13 Jul, 2020

Bahan Bacaan
Lukas 6:36, "Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."

Penjelasan Materi
Youthers, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata dermawan diartikan sebagai pemurah hati, orang yang suka beramal, bersedekah. Tetapi murah hati tidaklah secara sempit berbicara hanya mengenai memberi dalam bentuk material saja. Murah hati didefenisikan dengan sebuah perilaku yang mudah memberi, tidak pelit, tapi juga penyayang, penuh kasih, suka menolong dan baik hatinya. Artinya sebuah kemurahan hati menyangkut banyak aspek dalam kehidupan dan dalam interaksi antar manusia.. Sedangkan kata kikir diartikan terlampau hemat memakai harta bendanya dan pelit, artinya orang yang kikir itu sulit memberi dan sulit berbagi.

Pada Minggu 1 ini, kita mau meneladani kedermawanan dan kemurahan hati Yesus. Yesus adalah gambaran sempurna seorang yang memiliki kedermawanan, hatiNya senantiasa dipenuhi dengan kemurahan. Kemurahan hati Yesus nampak dalam kesiapsediaanNya dalam melayani kebutuhan umat, dalam pengampunan, dalam merangkul orang berdosa, orang yang kecil lemah, oragng yang sakit bahkan mati. Kemurahan hati Yesus nampak dalam hidup yang berbelaskasih, penuh pengampunan dan dalam memberi baik waktu, tenaga, juga materi.

Kedermawanan dan kemurahan hati Yesus yang terbesar adalah tentang karya keselamatan yang dianugrahkanNya kepada kita. Mari kita bayangkan sejenak Youthers, anggaplah saat ini, kita memiliki hutang yang sangat besar kepada seseorang dan tidak mampu membayar, karena semua harta benda kita sudah kita jual. Jika kita tidak segera melunasinya, maka kita akan dipenjarakan. Lalu datanglah seorang dermawan yang baik, dan bersedia melunasi semua hutang-hutang kita, sehingga sejak saat itu hutang kita telah berpindah ke sang dermawan ini. Begitulah gambaran kemurahan hati Yesus kepada kita umatNya. Dia rela mengambil alih dan menanggung dosa kita. Yesus menebusnya dengan mengorbankan diriNya sampai mati dikayu salib agar kita yang berdosa ini tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

Bahan Diskusi:
Jika kita menyadari betapa besar, banyak dan tak terbatasnya kemurahan hati Tuhan atas kita, sudah seharusnya kita pun mencerminkan sikap hati yang sama denganNya. Cerminan itu harus bisa terlihat atau dirasakan oleh sesama kita sehingga mereka bisa mengenal pribadiNya lewat diri kita anak-anakNya. Sudahkah kita melakukanya?

 

GBI Jalan Jend Gatot Subroto