YAKIN, SUDAH PUNYA HATI YANG MERDEKA?

28 Apr, 2019

All of these come from your heart, and they are what make you unfit to worship God.
Mark 7:23 Contemporary English Version
"Apa itu merdeka?"
Dunia ini mengatakan merdeka itu bebas melakukan apa saja yang disuka. Do what makes you happy. Berbeda dengan dunia, di dalam Tuhan Yesus merdeka itu bebas dari dosa sehingga mampu melakukan kehendak Bapa. Do what makes you holy. Kita, anak-anak Tuhan terpanggil untuk bebas dari dosa. Bicara bebas dari dosa tentu butuh perjuangan. Syukur kepada TUHAN, kita tak pernah sendirian. Tuhan Yesus membantu kita untuk dapat hidup kudus. Bebas dari dosa bukan perkara bisa atau tidak bisa, tapi mau atau tidak. Asalkan kita mau, Tuhan Yesus pasti memampukan.

Terbebas dari dosa dimulai dengan hati yang merdeka. Ketika hati merdeka, kita berani melawan dosa sehingga setiap keputusan sesuai dengan firman Tuhan. Remember, our choices in this life have eternal consequences. Hati-hati dalam mengambil keputusan apapun. Dosa dimulai dari hati. Tuhan Yesus menggambarkan dalam Matius 5:27-30, dimana keinginan berzinah dimulai dari hati. Bukan sekadar mata yang memandang wanita telanjang atau pria tampan. Semua berawal dari hati, jika hati kita sudah merdeka dari dosa tentu kita bisa menguasai diri dalam segala hal. Sekalipun digoda, bersikaplah seperti Yusuf menghadapi istri Potifar atau bagi perempuan seperti Maria, ibu Yesus yang taat pada kehendak Bapa.

Markus 7:21-23, kejahatan tidak ditentukan oleh apa yang masuk ke dalam tubuh, tetapi oleh apa yang keluar dari hati. Sin starts on the inside, and that's where we need the help. Sekalipun kita memotong tangan yang melakukan dosa, jika hati kita belum merdeka dari dosa tetap saja. Jika kita belum minta ampun dan minta kekuatan Tuhan untuk melawan dosa dan tidak ada tekad untuk berubah percuma saja. You could amputate a hand but not a heart.

Sin goes deep, and we need a deep solution. Ketika kita ingin melakukan dosa, ingatlah apa kata Firman dalam Roma 12:17-21. Don't let sin master you! Jesus is our master. Hati yang merdeka tidak membalas kejahatan dengan kejahatan (17), selalu berusaha menjadi peacemakers (18), sadar diri tak berhak membalas yang jahat karena itu hak Tuhan (19), terus mengasihi musuh tiada henti (20) dan percaya bahwa kebaikan akan menang melawan kejahatan (21). So, apakah hatimu sudah benar-benar merdeka?

GBI Jalan Jend Gatot Subroto