WAR FROM HOME

06 Apr, 2020

Sebagaimana kita ketahui dan alami bersama bukan hanya di Indonesia, tetapi hampir di semua negara yang menerapkan kebijaksan yang sama terkait pencegahan penularan virus covid-19, semua aktivitas warga dilakukan dari rumah, baik itu belajar, bekerja maupun beribadah.
Kebijakan pemerintah ini tentu tidak bermaksud untuk memberikan liburan ekstra kepada kita untuk bersantai dan berlibur ke luar kota, tapi harus kita maksimalkan kesempatan ini untuk melakukan peperangan rohani dari rumah.
"karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara." (Efesus 6:12)
Apa yang harus kita lakukan?

1. Perkuat Mezbah Keluarga
Mezbah keluarga adalah mezbah yang dibangun dalam satu rumah tangga, suami-isteri dan anak-anak. Jika ada orangtua yang belum percaya bisa juga dilaksanakan oleh kakak beradik yang sudah percaya kepada Kristus.
Dalam Mezbah Keluarga ada doa, pujian dan penyembahan yang tentunya mendatangkan hadirat, urapan, dan tuntunan Tuhan. Dengan memperkuat mezbah keluarga, iman dan kerohanian kita akan terus disegarkan dan tidak menjadi lemah, apalagi ditengah situasi dimana tidak memungkinkan untuk beribadah bersama di gereja dalam jumlah jemaat yang besar. Saling mendoakan diantara anggota keluarga, saling meneguhkan dan menguatkan. Jika iman dan kerohanian kita kuat dan kita tidak dikuasai oleh ketakutan maka kita dapat berdoa bagi yang lain.
"...Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. (1 Pet 4:7)

2. Perkuat Syafaat dan Puasa
Doa syafaat tentunya bisa dilakukan juga dari rumah, Firman Tuhan memerintahkan kita untuk menjadi pensyafaat bagi para pemimpin, bangsa dan bagi semua orang.

1 Timotius 2:1-4
"Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran."
Bukan kebetulan jika kita menghabiskan banyak waktu di rumah, artinya kita punya banyak waktu untuk berdoa. Matikan televisi, singkirkan sementara gadget Anda dan masuk dalam syafaat. Bangsa kita memerlukan doa kita. ini adalah wake up call. Kita berdoa agar TUHAN memberikan hikmat dan jalan keluar dalam menangani penyebaran virus covid 19 serta ancaman resesi ekonomi global, doakan para penderita virus covid 19 agar dijamah dan disembuhkan TUHAN, berdoa untuk tim medis agar diberikan kekuatan dan perlindungan dalam menjalankan tugas pelayanan, doakan agar tidak ada jiwa yang mati sia-sia tanpa mengenal Tuhan Yesus.
Sejak 1 Maret - 9 April Gembala Sidang/Pembina mengajak kita semua masuk dalam doa dan puasa. Jika selepas itu secara pribadi Anda digerakkan untuk terus mengambil puasa tentu tidak ada salahnya.
3. Perkuat doa keliling lingkungan sekitar rumah.
Jika masih memungkinkan untuk keluar rumah dalam lingkup yang terbatas (area sekitar rumah) sambil jalan di pagi atau sore hari untuk menyegarkan tubuh, kita juga sambil berdoa agar seluruh lingkungan sekitar rumah kita berada dalam perlindungan dan pemeliharaan Tuhan. Sambil berdoa keliling kita perkatakan janji perlindungan Tuhan yang komplit dalam Mazmur 91. Kita memperkatakan karena kita percaya, dan jika kita percaya Firman Tuhan maka terjadilah bagi kita.
Work from home
Worship GOD from home
War (Spiritual warfare) from home
Maranatha! (DL)

 

GBI Jalan Jend Gatot Subroto