SUPLEMEN COOL/CoT YOUTH BULAN OKTOBER 2019 #3

20 Oct, 2019

MENGENDALIKAN DIRI ATAU MEMUASKAN DIRI, PILIH MANA?

(SELF CONTROL VS SELF INDULGENCE  PART 3)         

Bahan bacaan:
Amsal 16:32, "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota.

Penjelasan Materi

Youthers, dalam bahan bacaan kita di Amsal 16:32 dikatakakan bahwa orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota. Artinya bahwa penguasaan atau pengendalian diri merupakan syarat menjadi orang yang berkemenangan. Merebut kota artinya menjadi pemenang. Mengendalikan diri berarti lebih dari pemenang. Tuhan rindu setiap kita mampu menjadi pemenang atas setiap ujian, tantangan dan hambatan yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

Pernahkah ita sadari Youthers,  bahwa seringkali kita jumpai ada banyak orang Kristen yang hidupnya menjadi  'batu sandungan'  bagi orang lain karena memiliki tabiat yang kurang terpuji, mudah marah, ucapan penuh dengan hal negatif, suka menjelekkan orang lain, menghakimi, menggosip, meremehkan dan hal buruk lainnya. Itu menandakan bahwasannya mereka tidak mampu mengendalikan diri. Apakah kita justru termasuk orang-orang yang suka melakukan demikian?

Youthers, dalam hidup ini, kita akan selalu diperhadapkan dengan dua pilihan. Mau jadi orang baik atau jahat? Mau memperkatakan hal membangun atau menjatuhkan? Mau memaafkan atau membalas dendam? Mau mengendalikan diri atau mau memuaskan diri dengan melakukan apa yang kita sukai sekalipun itu bertentangan dengan Firman Tuhan? Jika kita memilih pilihan yang sesuai dengan Firman Tuhan, mungkin kita dianggap orang lain kalah, menyerah, tidak berani, dan sebagainya, tetapi ingat, ada hal yang jauh lebih berharga yang kita dapatkan yaitu damai sejahera yang dari Tuhan. Sebaliknya, jika kita memilih memuaskan keinginan daging kita dengan marah, membalas kejahatan orang lain dengan kejahatan pula, mungkin kita akan dianggap pemberani oleh orang lain, dianggap hebat dan tidak lemah, tapi kita kehilangan damai sejahtera Tuhan dalam hati kita.

Bahan Diskusi :

Ketika mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan, di tengah situasi sulit dan menghadapi orang-orang yang terkadang diijinkan Tuhan untuk membentuk dan menguji kita, mampukan kita menunjukkan sikap pengendalian diri dan tetap memegang teguh nilai-nilai iman dan kebenaran Firman Tuhan?