SUPLEMEN COOL/CoT YOUTH BULAN FEBRUARI 2019 #3

17 Feb, 2019

Minggu 3
KETIKA KITA MEMILIH MENYERAH
(PERSEVERANCE VS GIVING UP - BERTEKUN VS MENYERAH PART 3)

Bahan Bacaan
Amsal 24:10, "Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu."

Penjelasan Materi
Youthers, pernahkah kita bayangkan jika tokoh-tokoh dunia yang hasil penemuannya sangat berguna bagi kehidupan manusia di masa kini, nyatanya menyerah sebelum mereka berhasil menyelesaikan penemuannya? Tentunya kehidupan manusia akan terasa sulit dan tidak memiliki kemajuan. Untuk itulah Bill Gates tidak pernah menyerah ketika menciptakan Microsoft, juga Thomas
Alfa Edison yang tidak patah arang ketika menciptakan bohlam lampu, walau harus melakukan repetisi sebanyak 9.000 kali lebih untuk mencapai kata berhasil. Setiap kali gagal dalam percobaannya, Edison selalu menekankan pada dirinya bahwa ia tidak sedang melakukan kegagalan. Ia hanya sudah menemukan 9.000 cara yang tidak berhasil, dan terus memotivasi diri bahwa kesuksesan sudah semakin dekat karena ia sudah paham cara-cara apa yang tidak berhasil. Dan masih banyak lagi tokoh-tokoh inspiratif lain, yang tidak mau menyerah sekalipun menemukan kegagalan demi kegagagalan dalam menciptakan penemuan yang manfaatnya dapat dirasakan oleh manusia di muka bumi ini.
Mari kita belajar dari kehidupan Yesus. Yesus adalah teladan utama bagi setiap kita orang percaya yang hidupnya tidak mudah menyerah dengan keadaan, sesulit apapun itu. Bayangkan saja, jika Yesus menyerah terhadap proses yang sedang Ia jalani, tentunya Ia akan menolak untuk ditangkap saat berdoa di taman Getsemani, menolak untuk memikul salib dan menolak memberi diriNya disalibkan dan akhirnya Ia menggaggalkan rencana BapaNya untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa. Youthers, dari kisah tokoh inspiraif dunia dan yang terutama dari kisah Yesus sendiri, kita memahami bahwasannya Tuhan menciptakan kita atas satu tujuan, yang membawa kabar keselamatan, kabar sukacita, pengharapan dan sesuatu hal yang membawa dampak baik bagi banyak orang. Tentunya
untuk sampai kepada tujuan itu, kita akan mengalami banyak kegagagalan. Tuhan menginginkan kita, terus bangkit dan bangkit lagi ketika kita mengalami kelemahan berkali-kali dan tidak sesekali memutuskan menyerah. Karena ketika kita memilih menyerah, maka kita sendirilah yang dapat mengagalkan rencana Tuhan dalam hidup kita. Firman Tuhan dalam 2 Tawarikh 15:7 mengatakan,
"Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu." Kekalahan terjadi bukan karena kita gagal, melainkan karena berhenti dan menyerah sebelum merasakan keberhasilan. Tuhan tidak ingin kita menyerah, sebagai mana Ia juga tidak pernah menyerah untuk kita Ia tidak menciptakan kita untuk gagal, kita diciptakan untuk menjadi pemenang.

Bahan Diskusi :
Pernahkah kita menyerah terhadap sesuatu hal/seseorang/apapun itu? Apa yang membuat kita menjadi menyerah? Pelajari faktor-faktor apa saja yang membuat kita mudah menyerah dan bagaimana kita mengatasinya di kemudian hari, agar hal tersebut tidak lagi membuat kita gagal