SETIA DALAM PERKARA KECIL

20 Mar, 2017

Dalam Injil lukas 16 : 10, Tuhan Yesus Berkata: " Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. 
Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. "

Pada abad ke 9, ada seorang raja yang memerintah di Inggris bernama raja Alfred. Dia adalah salah satu raja yang paling hebat yang pernah dimiliki oleh Inggris. Di zaman pemerintahannya, Inggris diserang oleh Demark pada waktu itu. Setelah melewati sebuah perjuangan yang panjang, tentara Inggris terpecah belah dan tercerai berai. Mereka masing-masing lari dan menyelamatkan dirinya termasuk raja Alfred.

Ditengah-tengah pelariannya  di hutan rawa raja Alfred menyamar sebagai seorang  gembala. Setelah melewati hutan rawa itu raja Alfred akhirnya tiba disebuah gubuk seorang pemotong kayu. Dalam keadaan lelah dan lapar, ia memohon kepada istri pemotong kayu itu agar bersedia untuk memberinya makan. Isteri pemotong kayu itu tidak mengenal siapa yang sedang dihadapinya. Ia berkata kepada raja Alfred " Aku akan memberimu makan malam jika kamu mau menjaga kue yang sedang aku bakar ini. Perhatikan baik-baik jangan sampai hangus ", perintah isteri pemotong kayu itu kepada raja Alfred.

Raja Alfred pun berusaha memeperhatikan kue itu, tetapi pikirannya lebih dikuasai oleh bagaimana cara mempersatukan tentara-tentaranya. 
Ia melupakan kue yang sedang dibakar itu, sampai isteri pemotong kayu itu pulang dan mendapati gubuknya sudah penuh dengan asap dan kuenya hangus terbakar. Isteri pemotong kayu itu sangat marah dan memaki-maki raja Alfred. Pada saat ia memaki raja Alfred, suaminya pun pulang dan langsung mengenali bahwa yang sedang dimaki-maki oleh isterinya itu adalah raja mereka. Ketika isteri pemotong kayu itu tahu bahwa yang dia maki-maki itu adalah raja mereka, maka tersungkurlah dia dan memohon ampun kepada raja Alfred atas perlakuannya yang kasar itu.

Raja Alfred yang bijaksana itu menyuruh isteri pemotong kayu berdiri dan berkata kepadanya : " Ibu, anda benar jika Ibu memaki saya karena saya patut untuk mendapatkan makian Anda. Saya sudah bersedia memenuhi permintaan Anda untuk menjaga kue itu, tetapi saya lalai dan membiarkannya hingga kue itu hangus terbakar. Hari ini saya belajar bahwa setiap orang yang menerima tugas, apakah itu tugas besar atau tugas kecil, harus melakukannya dengan baik. Saya gagal kali ini tetapi itu tidak akan terulang lagi. " 

Setelah peristiwa itu selang beberapa waktu tidak lama kemudian raja Alfred berhasil mengumpulkan tentara-tentaranya kembali dan berhasil mengusir keluar orang-orang  Denmark dari wilayah negara Inggris.
Lewat kisah ini ada pelajaran yang begitu berarti dan bermanfaat bagi kita, yaitu kita perlu setia pada perkara-perkara kecil. Raja Alfred mengakui hal itu dia telah gagal memperhatikan tugas kecil untuk menjaga kue, dan ia juga mengatakan bahwa kesalahan itu tidak akan pernah terulang lagi.
Apakah saat ini Saudara sedang ditugaskan untuk melakukan perkara-perkara atau pekerjaan-pekerjaan kecil yang sepertinya tidak sesuai untuk Saudara? Lakukanlah dengan setia karena Tuhan Yesus juga mengatakan dan mengajarkan hal yang sama. " Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, maka dia akan setia juga pada perkara-perkara besar "
Untuk mendapatkan kepercayaan melakukan perkara-perkara besar, Saudara terlebih dahulu harus setia pada perkara-perkara kecil.
" SETIA DALAM TUGAS KECIL, MENYIAPKAN KITA UNTUK MENYONGSONG TUGAS YANG LEBIH BESAR ". (AH)

GBI Jalan Jend Gatot Subroto