SAYA SEMBUH

23 Aug, 2021

"Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN,
yang menaruh harapannya pada TUHAN!"
Yeremia 17:7

Dunia telah berada dalam masa pandemi COVID-19 selama kurun waktu satu tahun lebih dan virus COVID-19 terus menyebar ke seluruh dunia. Virus ini menyerang siapa saja tanpa memandang usia, status ekonomi ataupun sosial. Hal ini dialami pula oleh Pak Harry Rumerung, seorang pelayan Tuhan yang tinggal di Manado. Di bawah ini dia mengisahkan pengalamannya.

Berawal ketika pada tanggal 27 Pebruari 2021, saya pergi pelayanan misi ke desa Linelean yang berjarak kurang lebih 3 jam perjalanan dari Manado. Sepulangnya dari pelayanan itu, ada pertemuan pemimpin dengan Gembala melalui ZOOM. Saat itu saya sudah mulai merasakan tidak enak badan, suara saya mulai serak dan juga batuk. Karena situasi pandemi yang belum usai dan melihat kondisi saya yang tidak begitu baik, maka pada hari Senin, 1 Maret 2021 saya dengan istri berinisiatif untuk tes antigen dan hasilnya kami berdua positif COVID-19.

Kami pun masuk dalam isolasi mandiri di rumah. Namun pada hari Rabu, tanggal 3 Maret napas saya agak sesak dan setelah diukur dengan oxymeter saturasinya hanya 80. Jumat jam 03.00 dini hari, saya pergi ke RS untuk berobat dan diperiksa, namun di sana saya ditahan di RS untuk dirawat inap dan tidak diperbolehkan dijenguk; sekalipun oleh keluarga.

Setelah diperiksa secara intensif termasuk rontgen paru-paru, hasilnya kurang-lebih 70 % paru-paru saya mengalami kerusakan oleh virus. Hasil rontgen paru menunjukkan paru-paru saya dipenuhi banyak putih-putihnya dan mengalami pneumonia. Swab pertama saya pada tanggal 5 Maret 2021 hasilnya positif.

Saya pun harus dirujuk masuk ke ruang ICU, karena napas saya agak sesak. Jujur saja dengan kondisi yang seperti itu, terlebih lagi ditambah dengan atmosfir di ruang ICU yang penuh dengan berbagai macam peralatan dan juga ventilator, semakin membuat saya terintimidasi akan kematian. Apalagi saya tahu bahwa sudah banyak orang yang meninggal dunia akibat terpapar oleh virus ini.

"Kamu akan mati" kata-kata ini terus terngiang di telinga saya. Saya terus melawan dengan memperkatakan: "Harry tidak akan mati, Harry akan hidup dan menceritakan perbuatan Tuhan yang ajaib." Terus menerus saya perkatakan itu. Saya mencoba untuk menaklukkan ketakutan yang mulai timbul dalam hati saya.

Namun semakin hari napas saya semakin sesak. Alat bantu pun dinaikkan sampai 3x, dengan memakai alat bantu yang memakai masker cpap, di mana mulut dan hidung saya ditutup rapat dengan tekanan oksigen yang tinggi. Saya harus makan lewat slang NGT, yaitu selang dimasukkan lewat hidung sampai ke perut.

Dari hari ke hari saya dihantui dengan kematian. Intimidasi yang saya rasakan semakin kuat. Pada waktu itu telinga saya terus mendengar terompet kematian, pemberitahuan kematian. Saya tidak bisa berteriak dan menyanyi memuji Tuhan, karena mulut saya tertutup. Tetapi roh saya bangkit dan bernyanyi, memuji Tuhan: "Ku menang ku menang bersama Yesus Tuhan, ku menang ku menang di dalam peperangan...." Sampai akhirnya saya menang, kemudian saya melihat jam sudah menunjukan pukul 3 pagi. Akhirnya saya pun tertidur pulas.

Di dalam masa pergumulan antara hidup atau mati, puji syukur saya memiliki Gembala Pak Joe Rajaguguk (Gembala GBI Marina Plaza Manado, salah satu cabang di bawah penggembalaan Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo) yang selalu mendoakan dan memberikan dukungan melalui perhatian serta doa; juga dukungan dari keluarga dan teman-teman.

Hingga akhirnya tanggal17 Maret 2021, saya mengikuti Healing Worship Online dari GBI Sukawarna, dan hamba Tuhan berdoa: *Saya lepaskan nafas kehidupan baru!" Saat itu saya tangkap dengan iman dan percaya, dan katakan "Amin!" Saat itu pula saya merasakan ada sesuatu yang baru, ada damai, sukacita dan rasa ketakutan saya pun hilang. Saya percaya Tuhan sudah menjamah dan melepaskan saya dari roh maut yang mengintai hidup saya.

Puji Tuhan, sejak saat itu kondisi saya semakin membaik dari hari ke hari. Terlebih juga dukungan doa yang terus mengalir membuat roh saya bangkit, iman saya mulai tumbuh untuk dapat cepat sembuh. Tuhan Yesus baik, hingga akhirnya pada tanggal 27 Maret 2021 saya dirujuk untuk dipindahkan ke RS lain, karena test PCR saya sebanyak 2x dan hasilnya berturut-turut negatif.

Akhirnya pada tanggal 3 April 2021, saya dinyatakan sembuh dari COVID-19. Saya pulang ke rumah dengan sukacita, dan dengan kemenangan yang dari Tuhan. Tuhan Yesus baik, karena anugerah-Nya saya disembuhkan. Sembuh dengan mengandalkan Tuhan dan berserah penuh hanya kepada Tuhan. Kondisi tubuh saya dipulihkan oleh Tuhan dengan sangat baik. Ini benar-benar mujizat yang Tuhan beri. Bahwa doa orang benar jika dengan yakin dan percaya maka sangat besar kuasanya, Terima kasih untuk kesempatan hidup yang Tuhan berikan.

 

GBI Jalan Jend Gatot Subroto