PIKIRKANLAH PERKARA YANG DI ATAS

06 Oct, 2017

"Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi."
( Kolose 3 : 2 )

PENDAHULUAN
Wanita yang dikasihi Tuhan, kita sudah memasuki tahun yang 5778 yaitu Ayin Chet. Angka 7 merupakan angka yang paling tinggi dalam orang Yahudi, dan angka 8 bisa disamakan dengan angka 1, yaitu angka awal permulaan yang baru.

Memasuki permulaan yang baru maka setiap kita harus menanggalkan sifat lama, kebiasaan lama, hidup kita yang lama yaitu kedagingan kita dan terus hidup sebagai ciptaan yang baru (2 Korintus 5:17). Ciptaan yang baru akan selalu memikirkan perkara-perkara yang diatas. Perkara-perkara yang diatas adalah perkara-perkara rohani yaitu kebenaran dan kekudusan. Mencari wajahNya lebih lagi, Memiliki keintiman yang mendalam bersama Tuhan. Sementara perkara-perkara di bumi adalah perkara-perkara kenajisan, serakah, kejahatan, kesombongan, perseteruan dan lain sebagainya.

ISI
Bagaimana caranya agar kita selalu memikirkan perkara-perkara yang diatas? Ada beberapa cara, yaitu :

1. Pastikan Tuhan Yesus Sebagai Tuhan dan Juruselamat Kita (Yohanes 14:6)
Wanita, saat kita sudah memastikan Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam hidup kita, maka hidup kita pun akan dipimpin olehNya sehingga hidup kita akan mulai terfokus pada perkara-perkara yang diatas. Walaupun ada persoalan atau masalah fokus kita tidak pada masalah tersebut tapi kepada apa yang akan Tuhan nyatakan dalam kehidupan kita.

2. Terus Hidup Dalam Pertobatan (Matius 3:8)
"Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan." (Matius 3:8). Firman Tuhan mengajarkan agar kita selalu menghasilkan buah yang sesuai pertobatan artinya kita harus terus hidup dalam pertobatan dengan sikap hati yang baik, tulus, dengan perbuatan yang menjadi berkat bagi orang lain, dengan sifat atau karakter seperti Kristus sehingga saat diperhadapkan dengan masalah atau orang yang tidak baik kita tetap mengampuni dan menjadi terang bagi hidup mereka. Dengan terus hidup dalam pertobatan maka sebenarnya kita sedang dan terus memikirkan perkara-perkara yang diatas yang selalu rindu menyenangkan hati Tuhan dan mempersiapkan diri diakhir zaman ini.

3. Tidak Lagi Mengandalkan Kekuatan Sendiri (Yeremia 17:5)
Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! (Yeremia 17:5). Wanita, sia-sia sajalah pertolongan manusia tanpa pertolongan Tuhan. Kekuatan manusia terbatas, tapi kekuatan dari Tuhan tidak pernah ada batasnya. Selama kita memakai kekuatan diri kita dan lebih mengandalkan manusia maka sebenarnya hati kita sedang menjauh dari Tuhan sehingga apa yang kita perbuat semua sia-sia dan tidak mempermuliakan namaNya. Oleh sebab itu, pastikan setiap kita terus hidup mengandalkan Tuhan maka tersebut akan membuktikan bahwa kita sedang memikirkan perkara-perkara yang kekal.

4. Tidak Berputus Asa (2 Korintus 4:8)
"Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa" (2 Korintus 4:8). Wanita yang dikasihi Tuhan, apapun yang kita alami janganlah pernah putus asa. Pikirkanlah selalu perkara-perkara Sorgawi, karena hal itu akan membuat kita selalu hidup dalam pengharapan. Perkara ajaib yang pernah Tuhan nyatakan dapat kita lihat dalam pembacaan Alkitab. Oleh sebab itu, agar dapat memikirikan perkara-perkara Sorgawi kita tidak bisa berputus asa karena kita tahu bahwa kuasa Tuhan terlebih besar dari apapun juga.

PENUTUP
Wanita, marilah kita selalu memikirkan perkara-perkara yang diatas yaitu perkara-perkara rohani mengenai kebenaran dan kekudusan. perkara-perkara yang ujungnya mencari wajah Tuhan lebih lagi, bahkan semakin memiliki keintiman yang mendalam bersama Tuhan. Sementara perkara-perkara di bumi adalah perkara-perkara kenajisan, serakah, kejahatan, kesombongan, perseteruan dan lain sebagainya. Oleh sebab itu kita perlu Memastikan Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, terus hidup dalam pertobatan, tidak mengandalkan kekuatan sendiri, dan tidak berputus asa. Dengan keempat hal diatas maka kita dalam terus memikirkan perkara-perkara yang diatas, dan memiliki hidup berkemenangan dan memuliakan nama Tuhan.


Tuhan Yesus Memberkati

 

GBI Jalan Jend Gatot Subroto