PENYERTAAN TUHAN ADALAH KOTA BENTENG BAGI HIDUPKU

07 Sep, 2020

"Tuhan semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. Sela"
(Mazmur 46:11)
Pada awalnya, penyebaran Virus COVID-19 di Indonesia sekitar bulan Maret 2020 yang lalu tidak membuat saya menjadi begitu kuatir, karena pekerjaan dan aktifitas saya masih berjalan seperti biasanya. Saya bekerja sebagai konsultan di salah satu dealer Mercedes Benz di Jakarta. Pada akhir bulan Maret 2020, kantor tempat saya bekerja mengalami gangguan keuangan. Sebenarnya gangguan keuangan ini sudah dirasakan sebelum bulan Maret 2020.
Pada akhirnya keuangan kantor tempat saya bekerja benar-benar runtuh dan beberapa karyawan mengalami PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Sampai pada akhir bulan April 2020 saya juga terkena PHK. Seminggu pertama rasanya seperti masih menikmati masa pengangguran. Ketika melewati minggu kedua, saya seperti tersadar kalau ternyata saya ini sudah tidak bekerja lagi.
Saya berkata kepada diri sendiri, "Saya sudah tidak bekerja lagi, sudah nganggur..." Ketika memasuki minggu ketiga mulailah pikiran-pikiran negatif, rasa kuatir, dan kecemasan datang menganggu pikiran saya. Saya bertanya-tanya dalam hati bagaimana dengan ke depannya? Bagaimana saya melanjutkan hidup? Karena banyak yang harus saya tanggung, bukan hanya diri saya sendiri.
Dalam masa pandemi ini saya tetap bersekutu dengan Tuhan di dalam doa dan penyembahan, dan tetap berkomunitas bersama COOL, meskipun secara virtual (online).
Hari lepas hari entah mengapa hadirat Tuhan yang saya rasakan sangat kuat. Saya benar-benar dikuatkan juga lewat melalui berkat-berkat yang Tuhan berikan kepada saya.
Karena PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sudah mulai berjalan, akhirnya saya sering menonton Youtube, sehingga munculah ide-ide. Saya mencoba membuat beberapa masakan sampai akhirnya saya membuat hidangan penutup yaitu puding.
Sebenarnya saya bukan tipe orang yang percaya diri dan tidak pernah yakin dengan apa yang saya buat, seperti membuat masakan. Tetapi pada waktu puding yang saya buat dicoba oleh teman saya yang jago masak, teman saya memberitahukan bahwa puding buatan saya enak. Terus terang saya sempat kaget, apalagi teman saya menganjurkan agar saya menjual puding yang saya buat itu. Karena ragu, saya tidak berani menjual puding tersebut.
Namun entah kenapa Tuhan berbicara kepada saya melalui renungan Firman Tuhan yang sudah saya dengar sebelumnya. Melalui renungan itu Tuhan bertanya kepada saya: "Apa artinya penuh dengan Roh Kudus?" Saat itu saya menangkap sesuatu yang baru bahwa Roh Kudus itu berbicara soal kendali. Saat itu saya merasa diberikan pilihan oleh Tuhan; apakah saya mau dikuasai oleh Roh Kudus atau diri sendiri. Semakin saya merasa tidak bisa melakukan apa-apa semakin saya mau berserah total kepada Tuhan. Akhirnya saya serahkan semuanya kepada Tuhan.
Pada keesokan harinya saya mencoba posting puding buatan saya di Instagram. Saya hampir tidak percaya bahwa puding buatan saya laku terjual sampai 121 cup. Saya sampai kewalahan membuat puding pesanan itu sampai subuh, Tuhan Yesus dahsyat dan ajaib.
Apa yang tidak pernah saya pikirkan untuk mempunyai ide jualan; namun itulah yang terjadi. Sangat tidak mengerti dengan caranya Tuhan karena puding saya bisa laku banyak pada pesanan pertama. Tidak berhenti sampai di situ saja, pesanan terus berlanjut sampai pesanan kedua, ketiga, keempat dan seterusnya. Sampai saya membatasi setiap orderan hanya menerima 100 cup saja karena saya cukup kewalahan membuatnya.
Saya sangat terharu karena sekali lagi semua ini tidak pernah terpikirkan, memang benar Firman Tuhan itu bahwa, "Yang tidak pernah timbul dalam hati dan tidak pernah dipikirkan itu yang Tuhan sediakan". Sekali lagi saya sangat takjub kepada Tuhan.
Satu hal lagi; di masa-masa pandemi ini, mama saya yang belum mengenal Tuhan Yesus tiba-tiba mau mengenal-Nya. Ini merupakan berkat dari doa yang telah lama saya minta kepada Tuhan. Jadi di masa pandemi ini iman saya kepada Tuhan Yesus justru semakin dikuatkan. Sampai setiap hari, mama saya selalu minta dikirimkan lagu-lagu penyembahan. Bahkan kalau sehari tidak dikirim langsung ditanyakan. Saya senang sekali.
Dari semua yang sudah saya alami ini, saya sangat yakin bahwa tidak ada satu kejadian pun dalam kehidupan kita yang Tuhan lewatkan. Tuhan tahu di mana kelemahan kita, ketidakmampuan kita, dan dari situlah Tuhan mulai menyempurnakan kita. Yang penting kita mau berserah dan juga bergerak, serta punya hati yang benar-benar berharap kepada Tuhan Yesus. Saya yakin ini berbicara soal iman kita kepada Tuhan Yesus. Sekali lagi saya hanya bisa katakana; saya takjub kepada Tuhan. Tuhan Yesus baik!

GBI Jalan Jend Gatot Subroto