PENYEMBAHAN : KERINDUAN KEPADA ALLAH YANG DIWUJUDKAN DALAM TINDAKAN

15 Apr, 2018

Mengapa ALLAH menciptakan saya?
Sebuah pertanyaan yang seringkali muncul dalam benak dan pikiran banyak orang. Berhasil atau gagalnya kita dalam menjawab pertanyaan ini dengan tepat sesuai dengan Firman Allah (Alkitab) sangat berdampak kepada arah dan tujuan hidup kita sebagai manusia.

Dalam buku "The Purpose Driven Life" dinyatakan bahwa salah satu tujuan utama ALLAH adalah menjadi penyembah (menyembah Allah). Menyembah sebagai tujuan hidup adalah sesuatu yang lebih dalam daripada sekedar menyembah sebagai sebuah tindakan, tindakan liturgi dalam sebuah ibadah.
Sebuah lagu pujian yang sering kita nyanyikan dalam ibadah dengan bagian liriknya "...ku tahu hidupku adalah penyembahan..." mengungkapkan kedalaman makna penyembahan sebagai tujuan hidup.
Penyembahan bukanlah sekedar bagian dari hidup kita, melainkan keseluruhan hidup kita kepada ALLAH, bukan hanya dalam hidup di dunia yang sekarang ini saja melainkan juga dalam kekekalan bersama-sama dengan TUHAN YESUS selama-lamanya.

Mengingat betapa kita akan menyembah ALLAH dalam kekekalan, tentu kita harus ‘mempersiapkan diri' bukan nanti, tapi sejak dari sekarang ini. Sudahkah kita menjadi penyembah-penyembah yang dikehendaki oleh ALLAH?
"Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian." (Yohanes 4:23)

Menjadi penyembah yang benar kepada ALLAH itu lebih daripada sekedar mengikuti liturgi atau tata cara ibadah atau ajakan worship leader dalam ibadah. Penyemahan. Melainkan dilandasi oleh kerinduan yang dalam kepada ALLAH. Dan kerinduan tersebut diwujudkan dalam tindakan penyembahan kita. jadi saat kita menyanyi bukan sekedar menyanyi, melainkan menyanyi dengan kerinduan yang mendalam. Saat kita mengangkat tangan, bertepuk tangan, dan lainnya kita tidak melakukan sekedarnya, melainkan berdasarkan kerinduan kepada ALLAH.
Daud adalah salah satu teladan bagaimana seorang penyembah yang menyembah ALLAH berdasarkan kerinduan yang mendalam, seperti yang nyata terungkap dalam Mazmur tulisannya:
"Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu. Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau. Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu." (Mazmur 63:2-5)

Kerinduan Daud yang besar kepada ALLAH mendorong Daud untuk mengambil tindakan membawa kembali Tabut Perjanjian yang selama ini terabaikan (2 Sam 6), dimana Daud membentangkan sebuah kemah dan menempatkan Tabut Perjanjian disana, atau yang kita kenal dengan istilah Pondok Daud (2 Samuel 6:17). Mengapa Daud tidak membawanya kembali ke Kemah Pertemuan (Kemah Suci)? Selain karena Daud ingin senantiasa dekat dengan hadirat ALLAH, Daud juga ingin agar semua orang dapat datang dan mengalami perjumpaan dengan ALLAH. Itulah sebabnya layaklah Daud mendapatkan apresiasi dari ALLAH (Kis 13:22).

Seorang penyembah yang memiliki kerinduan kepada ALLAH mewujudkan kerinduannya dengan tindakan dan 'menularkan' kerinduan kepada ALLAH yang sama besarnya kepada sebanyak mungkin orang. Bagaimana dengan Anda? (DL)

 

GBI Jalan Jend Gatot Subroto