NATAL ADALAH HADIAH

08 Dec, 2020

Pendahuluan:
Sudah merupakan sesuatu yang umum untuk memberi atau bertukar kado (hadiah), demikian juga pada saat perayaan hari Natal, yang merupakan hari raya memperingati kelahiran Tuhan Yesus Kristus Sang Juruselamat. Bagi sebagian besar anak-anak sekolah minggu hari natal adalah salah satu hari yang paling ditunggu-tunggu setiap tahunnya, sebab itu adalah hari dimana mereka akan menerima hadiah istimewa dari orang tua, kerabat atau kenalan.
Bagaimana dengan orang-orang dewasa? Hari natal ditanggapi dengan berbeda-beda. Ada yang sangat antusias dan sukacita menyambutnya, namun ada yang menanggapinya secara biasa saja. Anda termasuk dalam golongan yang mana?
Jika kita mempelajari Alkitab, kita akan mendapati bahwa Natal itu sendiri adalah hadiah! Apa maksudnya?
ISI:
1. Natal adalah 'hadiah' dari Bapa Sorgawi kepada dunia.
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yohanes 3:16)
Hadiah yang Bapa Sorgawi berikan kepada dunia bukanlah sesuatu yang biasa-biasa, melainkan sangat-sangat berharga. Dia memberikan Anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus sebagai penyataan kasih Allah yang begitu besar.
Sebab semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23) dan upah dosa adalah maut (Roma 6:23) kematian kekal, terpisah selama-lamanya dari Allah. Kebinasaan bukanlah tujuan ALLAH menciptakan manusia. Allah membenci dosa, tapi Allah mengasihi orang berdosa. Itulah sebabnya Dia mengaruniakan Yesus Kristus untuk menjadi korban tebusan bagi dosa-dosa kita, sehingga barangsiapa percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.
2. Natal adalah "hadiah" keselamatan atas semua bangsa.
Di Yerusalem, ada seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Simeon dituntun oleh Roh Kudus untuk datang ke Bait Allah disaat yang sama ketika Yusuf dan Maria membawa bayi Yesus.Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Apa yang selanjutnya terjadi?
ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." (Lukas 2:28-32).
Seakan hidupnya yang panjang telah mencapai kegenapannya saat ia berjumpa dengan bayi Yesus dan menatang-Nya serta melihat-Nya langsung dengan matanya sendiri. Sangat menarik apa yang ungkapkan oleh Simeon dalam ayat 30-31. Kelahiran (natal) Yesus adalah keselamatan dari Allah yang disediakan dihadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain.
Sebelum kelahiran Yesus (natal), rencana keselamatan terfokus kepada bangsa Israel, melalui pemberian hukum Taurat, dengan harapan ketika bangsa Israel melaksanakan hukum Taurat dengan semangat dan cara yang dimaksudkan Allah, Israel dapat menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. Sayangnya bangsa Israel gagal mengemban misi yang diberikan Allah.
Kelahiran Yesus (natal) membuka pintu yang sangat lebar bagi bangsa-bangsa non-Yahudi untuk menerima keselamatan yang Allah sediakan melalui Yesus Kristus.

Penutup:
Dari dua uraian tersebut diatas jelas bagi kita bahwa "hadiah" yang istimewa di hari Natal bukanlah kado yang berisi benda berharga atau uang. Melainkan kehadiran Yesus Kristus ditengah dunia, melayani, memberikan teladan hidup dan menebus dosa kita di kayu salib. Terpujilah Tuhan Yesus. Maranatha! (DL)

 

GBI Jalan Jend Gatot Subroto