MENGALAMI PENGGENAPAN DARI INJIL YANG SEUTUHNYA

10 Apr, 2021

Injil yang seutuhnya (the fullness of Gospel) terdiri dari lima pilar (five-fold gospel) yakni keselamatan, pengudusan, baptisan Roh Kudus, kesembuhan dan kedatangan Tuhan Yesus dengan segera. Kelima pilar ini terkait dengan pelayanan Tuhan Yesus selama di dunia ini, yakni Tuhan Yesus sebagai penyelamat (juru selamat), Tuhan Yesus sebagai yang menguduskan, Tuhan Yesus sebagai pembaptis dengan Roh Kudus, Tuhan Yesus sebagai penyembuh dan Tuhan Yesus sebagai Raja yang akan segera datang kembali.
Jika kita memperhatikan hal tersebut diatas, jelaslah betapa dahsyat dan luar biasanya apa yang Tuhan Yesus janjikan dan kerjakan bagi kita. Kekristenan kita tidaklah berhenti hanya sampai pada kelahiran baru, menerima Tuhan Yesus sebagai dan juru selamat, melainkan terus berjalan seiring dengan pertumbuhan rohani kita. Bagaima kita dapat mengalami penggenapan dari Injil yang seutuhnya (the fullness of gospel)?


1. Mengenakan manusia baru dengan mematikan perbuatan daging (Roma 8:13; Ef 4:22,24)
Tahapan ini adalah proses pengudusan (santification) yang merupakan respon lanjutan ketika seseorang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Ini merupakan panggilan pribadi sebagaimana dalam 1 Pet 1:15-16, "tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: kuduslah kamu, sebab Aku kudus". Proses ini juga bersifat progresif karena ada tujuan yang ingin dicapai (2 Kor 7:1) yakni menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.


2. Dibaptis dengan Roh Kudus
Dibaptis dengan Roh Kudus merupakan pengalaman yang terpisah dari karya keselamatan. artinya orang yang lahir baru tidak otomatis dibaptis Roh Kudus, namun mereka yang telah lahir baru (disucikan hatinya) dapat berdoa untuk menerima baptisan Roh Kudus. Ini merupakan bagian penting dari 5 pilar Injil yang seutuhnya dan merupakan bagian sentral dari seluruh pengajaran umat pentakosta. Tujuan dari baptisan Roh Kudus adalah pengurapan di dalam pelayanan lebih maksimal. Secara internal baptisan Roh Kudus membuat keintiman dengan Bapa diperdalam yang melahirkan penyembahan dalam roh. Secara eksternal memberikan kuasa untuk menyelesaikan amanat agung (Kis 1:8).


3. Alami kuasa Tuhan Yesus dan jadilah saluran kuasa-Nya
Kesembuhan Ilahi merupakan berkat keselamatan dari kematian Kristus bagi orang percaya (Maz 103:3; Kis 10:38). Artinya kesembuhan Ilahi tersedia bagi kita semua yang percaya kepada Tuhan Yesus. Alami kuasa kesembuhan dari Tuhan Yesus secara pribadi, serta percaya bahwa Tuhan Yesus dapat memakai kita semua untuk menjadi saluran kuasa kesembuhan Ilahi dengan melayani/mendoakan mereka yang sakit dan membutuhkan pertolongan Tuhan Yesus.


4. Bertekun dalam iman dan setia dalam hidup berjaga-jaga sambil menantikan kedatangan-Nya yang kedua kali.
Kita percaya bahwa Tuhan Yesus akan datang secara tiba-tiba dan segera (Mat 24:42; 1 Tes 5:1-2) dan akan mengangkat orang percaya atau yang kita kenal dengan istilah rapture (1 Tes 4:17) pada kedatangan-Nya. Hal ini merupakan pendorong untuk menyelesaikan amanat agung dan pengudusan diri. Kita memang tidak tahu kapan Tuhan Yesus akan datang kembali, justru inilah yang mendorong kita untuk mempersiapkan diri baik-baik dan menjaga integritas hidup setiap saat. Artinya kita harus senantiasa bertekun dalam iman, setia mengiring Tuhan Yesus dan hidup berjaga-jaga sambil menantikan kedatangan-Nya yang kedua kali (2 Pet 3:10-14). Penantian kita bukanlah penantian yang pasif (berpangku tangan, tidak berbuat apa-apa), melainkan penantian yang aktif, yakni giat menuntaskan amanat agung (Mat 28:19-20). Maranatha! (DL)

 

GBI Jalan Jend Gatot Subroto