MENDENGAR SUARA TUHAN, MENGERTI & MELAKUKAN KEHENDAK-NYA

19 Apr, 2021

Bahan Bacaan
Yohanes 12:1-8
Penjelasan Materi
Youths, memasuki masa-masa sekarang ini, gembala Pembina kita mengingatkan bahwa kita harus lebih peka dalam mendengar suara Tuhan, mengerti kehendak Tuhan dan melakukannya. Hari ini kita mau belajar dari seorang Maria dalam Kisah di Injil Yohanes 12:1-8. Belajar dari apa yang dilakukannya, ia membasuh kaki Yesus dengan minyak yang mahal harganya dan menyekanya dengan rambutnya sendiri sebagai persiapan menjelang kematian Yesus. Tetapi, apa yang dilakukan oleh Maria direspon negatif oleh Yudas Iskariot dengan alasan membuang-buang uang. Yesuspun menegur Yudas bahkan mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Maria tersebut akan diberitakan sebagai bagian dari Injil menjadi kesaksian bagi seluruh bangsa. Kenapa ? Karena Maria melakukan yang terbaik, duduk di kaki Yesus mendengar suara Tuhan, sehingga dia tahu bahwa saat itu adalah menjelang kematian Yesus dan apa yang dilakukannya dapat dianggap sebagai bentuk perhatian dan penghiburan bagi Yesus.
Apa yang dapat kita pelajari dari kisah ini Youths? Bagi Yudas dan orang Yahudi yang melihat Maria meminyaki kaki Yesus dengan Minyak Narwastu yang sangat mahal harganya pada saat itu, mungkin tindakan Maria adalah tidak bijak. Karena mungkin mereka berpikir, jika minyak itu dijual, harganya akan sangat tinggi. minyak itu bisa dijual seharga 300 dinar (upah setahun kerja dalam konteks Yahudi pada waktu itu) dan uangnya dapat dibagi-bagikan kepada orang miskin (ay.5). Mungkin protes Yudas sekilas terdengar sangat penuh perhatian, seolah-olah ia peduli dengan nasib rakyat miskin. Tapi Alkitab menjelaskan: "Hal itu dikatannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang ada dalam kas yang dipegangnya" (ay.6). Jadi Youths, yang sebenarnya adalah hati Yudas melekat pada uang bukan pada Ia hanya jadikan Yesus alat untuk memperkaya dirinya sendiri. Berbeda sekali dengan Maria yang tanpa merasa rugi atau kehilangan karena Maria tahu bahwa Yesus adalah segala-galanya dalam hidupnya. Hati Maria adalah hati yang tulus menyembah dan mengasihi Yesus sedalam-dalamnya.
Pertanyaanya Youths, dimanakah posisi kita saat-saat ini? Apakah kita seperti Yudas, yang hatinya tidak terpaut pada Yesus? Yang seperti terlihat bersama-sama dengan Yesus, terlihat melayaniNya, tapi Yesus tidak pernah ada dalam hatinya, dan tidak benar-benar menjadi Tuhan dalam hidupnya? Atau kita sudah
berada pada posisi Maria, yang mau mendengar, mengerti dan melakukan apa yang Yesus katakan? Bahan Diskusi: Pernahkah kita seperti Yudas dalam kisah ini? Mengapa kita melakukan itu?

GBI Jalan Jend Gatot Subroto