MEMBANGUN MANUSIA BATINIAH

08 Mar, 2021

“Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.” (2 Korintus 4:16)

Manusia batiniah atau manusia rohani, atau yang biasa disebut juga sebagai inner man dalam diri kita harus dibangun hari lepas kesehari. Apa yang disampaikan oleh Paulus adalah sebuah prinsip yang benar dan sudah seharusnya kita teladani. Manusia lahiriah kita mungkin semakin merosot seiring dengan bertambahnya usia, kekuatan semakin berkurang, belum lagi jika ditambah dengan penderitaan, kesukaran dan aniaya saat kita melayani dan mengiring Tuhan Yesus. Namun manusia batiniah kita (inner man) kita semakin diperbaharui, semakin dewasa, semakin kuat dan semakin siap menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.

Jangan sampai terjadi sebaliknya, manusia lahiriahnya yang senantiasa diperhatikan, makin lama makin diperbaharui, dipercantik, dipermak, didandani, namun manusia batiniahnya semakin lama semakin merosot, semakin tidak bersemangat mengiring Tuhan Yesus. Kerohaniannya semakin lama bukannya semakin bertumbuh, malah sebaliknya mendekati kematian secara rohani. 

Ada tiga hal yang harus kita lakukan untuk dapat membangun manusia batiniah kita:

Pastikan kondisi ‘kesehatan’ manusia batiniah kita.

Manusia lahiriah kita perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur agar sedini mungkin dapat mendeteksi segala gangguan kesehatan yang dapat mempengaruhi kondisi pertumbuhannya. Itulah sebabnya anak-anak diperiksakan secara teratur ke dokter, puskesmas atau posyandu, dimana anak-anak balita diperiksa dan dicatat kondisi perkembangan dan pertumbuhannya.

Pernahkah kita memeriksa kondisi kesehatan manusia batiniah kita? Manusia batiniah kita adalah hati kita sebagai pusat dari pikiran, perasaan dan kehendak. Alkitab mengatakan: “Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.” (Mazmur 26:2), dan yang senada dengan ayat ini adalah Mazmur 139:23 “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;”.

Memastikan kondisi kesehatan manusia batiniah kita adalah dengan senantiasa menjaga hati kita dengan segala kewaspadaan (Amsal 4:23), sebab dengan menjaga hati kita, akan terpancar kehidupan rohani (manusia batiniah) kita. Mari kita periksa apakah ada kepahitan, kekecewaan, kebencian dan tawar hati yang dapat mengganggu kesehatan manusia batiniah kita? Periksa juga apakah ada kesombongan, tinggi hati, merasa diri lebih hebat dari yang lain bahkan merasa dapat mejalani kehidupan tanpa TUHAN? Jika ada segera bereskan dengan bertobat dan melepaskan pengampunan.

Pastikan manusia batiniah kita mendapat asupan ‘makanan rohani’ yang sehat.

Sama seperti halnya makanan bergizi seimbang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan manusia lahiriah, demikian juga halnya asupan makanan rohani yang sehat bagi pertumbuhan manusia batiniah kita. Tidak sedikit orang percaya yang memperhatikan makanan manusia lahiriah tetapi mengabaikan asupan makanan rohani bagi manusia batiniahnya. Makanan rohani bagi manusia batiniah kita yang utama adalah Firman Tuhan. Itulah sebabnya sangat penting bagi kita untuk membaca, merenungkan dan melakukan Firman Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari, selain tentunya belajar mendalami pengajaran Firman serta mendengarkan khutbah.

“Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku.” (Mazmur 119:103)

  “Lalu firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, makanlah gulungan kitab yang Kuberikan ini kepadamu dan isilah perutmu dengan itu." Lalu aku memakannya dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku.” (Yehezkiel 3:3) bandingkan juga Wahyu 10:9-10.

Pastikan kita melatih manusia batiniah kita.

Olahraga! Melakukan latihan fisik kita mulai dari gerakan-gerakan yang ringan sampai kepada gerakan yang berat. Untuk memiliki tubuh lahiriah yang sehat, minimal tubuh kita harus melakukan latihan atau melakukan aktivitas fisik minimal 150 menit dalam seminggu, atau sekitar 30 menit sehari. Mereka yang tidak melakukan aktivitas fisik dengan standar minimun tersebut bisa saja dengan mudah terserang penyakit karena imunitas tubuh yang berkurang.

Bagaimana dengan manusia batiniah kita? Tentu juga memerlukan latihan untuk melatih ‘otot-otot rohani’. 

“Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.” (1 Tim 4:8)

Bukan hanya badani (lahiriah) yang membutuhkan latihan, melainkan juga manusia batiniah kita. Kata ‘ibadah’ dalam ayat ini berarti melatih kekudusan, kesalehan, ketekunan dan kesetiaan. Inilah latihan bagi manusia batiniah kita. Selain itu latihan batiniah juga secara praktikal dapat kita lakukan dengan mengambil bagian dalam pelayanan.

Minimal dengan melakukan ketiga hal tersebut diatas, kita dapat membangun manusia batiniah kita yang diperbaharui hari lepas ke sehari. (DL)

GBI Jalan Jend Gatot Subroto