KELOMPOK COOL YANG MEMURIDKAN

01 Aug, 2022

Kelompok COOL sebagai komunitas terkecil dalam gereja lokal tentunya memiliki peran penting sebagai ujung tombak dari pekabaran injil, pemuridan, pemerhati dan pelayanan kepada anggota jemaat sehingga pelayanan terhadap anggota jemaat dapat dilakukan secara cepat, tepat, efektif dan efisien. Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk memotivasi seluruh anggota jemaat untuk bergabung dalam kelompok COOL.
Tidak dapat dipungkiri bahwa masing-masing kelompok COOL memiliki corak dan warnanya masing-masing, tentu hal tersebut tidak lepas dari siapa yang menjadi gembala COOL, karakteristik anggota-anggota COOL serta kesamaan yang dimiliki oleh anggota-anggota COOL entah itu kesamaan profesi, hobby, latar belakang suku, ketertarikan dalam bidang pelayanan tertentu dan lain-lain. Namun demikian, paling tidak ada 3 (tiga) hal yang harus dimiliki dari setiap kelompok COOL yang memuridkan.

Penerimaan
Kelompok COOL seberapa pun bagus pertumbuhan serta keakraban para anggota yang telah terjalin tentu tidak boleh menutup diri bagi anggota-anggota baru yang ingin bergabung. Sebab terkadang muncul pemikiran, "kelompok kita sudah solid, sudah cocok dan sehati, nanti kalau masuk orang baru malah jadi repot lagi, udah kelompok kita cukup begini saja." Ingat, COOL adalah lumbung penuaian yang dipersiapkan untuk menampung penuaian jiwa-jiwa, artinya kita harus fleksibel dan siap menuai. Kita harus siap menerima jiwa-jiwa baru yang Tuhan kirimkan, terlepas dari segala gangguan terhadap kenyamanan pergaulan yang sudah terbentuk dalam kelompok COOL.
Terkait dengan penerimaan, anggota baru yang bergabung dengan COOL tentunya juga memiliki berbagai macam latar belakang, sebagian mungkin memerlukan pemulihan terkait masa lalu yang buruk, beberapa mungkin masih sangat baru dalam kekristenan (bayi rohani), beberapa orang sudah sering pindah-pindah gereja karena mengalami kepahitan, dll. Apapun kondisi mereka, kita harus siap menyambut dengan tangan yang terbuka dan dengan penuh penerimaan. Seperti halnya Ananias menerima Saulus yang baru bertobat (baca: Kisah Para Rasul 9:10-18).

Kekeluargaan
COOL adalah keluarga rohani yang sudah tentu memiliki nilai dan rasa kekeluargaan. Dalam COOL ada bapak dan ibu rohani, ada anak-anak rohani serta ada saudara rohani. Kekeluargaan dalam COOL sebenarnya sesuatu yang unik, sebab terjalin bukan karena hubungan darah/persaudaraan melainkan karena hubungan Darah Kristus yang telah menebus dan menyelamatkan semua kita, sehingga kita yang berasal dari latar belakang yang berbeda, tidak saling mengenal sebelumnya bisa diikat dan dipersatukan oleh kasih Kristus. "Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah." (Efesus 2:9). "Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, ..." (Filipi 2:1).
Mari kita pupuk dan tingkatkan jalinan kekeluargaan dengan saling membantu, saling memperhatikan dan saling menopang untuk sama-sama bertumbuh semakin dewasa secara rohani.

Kebersamaan
Apalah artinya keluarga tanpa kebersamaan? Jika kita perhatikan, berapa banyak kita jumpai keluarga-keluarga yang anggotanya sibuk dengan aktivitas dan kegiatan masing-masing sehingga tidak memiliki waktu kebersamaan bahkan untuk sekedar menikmati makan malam bersama. Demikian juga dengan keluarga rohani dalam COOL. Kekeluargaan kita akan kurang bermakna jika tidak ada kebersamaan di dalamnya. Perhatikan bagaimana jemaat mula-mula hidup dalam komunitas (Kisah Para Rasul 2:41-47), mereka senantiasa bersama-sama baik saat beribadah di bait Allah, beribadah di rumah-rumah secara bergilir, memecah roti bersama-sama, bertekun dalam pengajaran rasul bersama-sama, berdoa, memuji dan menyembah Tuhan bersama-sama serta menuai jiwa bersama-sama. Amin (DL).

 

GBI Jalan Jend Gatot Subroto