IMAN KARENA FOKUS KEPADA TUHAN

29 Apr, 2018

Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa,.....
Roma 4: 18

Abraham tiba pada kenyataan tidak ada lagi harapan. Tidak ada lagi yang bisa jadi pegangan untuk berharap bisa punya keturunan, karena Sara yang mandul dan usianya yang sudah tua. Demikianlah fakta yang ada di hadapannya. Saat tidak ada dasar untuk berharap [karena kenyataannya sudah tidak ada apapun yang bisa dipegang], Abraham fokus kepada Allah.

Fokus kepada Allah membuat bisa melihat apa yang tidak kelihatan mata jasmani. Allah sudah mengatakannya, bahwa keturunannya akan sebanyak bintang di langit. Kenyataannya tidak ada apapun yang bisa diharapkan Abraham, namun fokus kepada Tuhan membuat pengharapannya bangkit. Pengharapan membuat iman memiliki ruang gerak untuk berkembang.

Fokus kepada Tuhan membuat pembalikan, NAMUN Abraham berharap juga, meskipun ketika tidak ada dasar apapun lagi di depan mata jasmani. Berharap dan percaya hanya bisa berlangsung ketika kita terus focus memandang kepada Tuhan. Petrus sempat lalai, lalu jadi tenggelam, padahal tadinya berjalan di atas air. Ini peringatan untuk kita harus terus focus.

Berharap karena janji Tuhan menjadikan iman hidup. Berharap dan percaya membuat iman terus berkembang sampai kepada menuai kenyataan iman. Iman yang berkembang pasti meraih kenyataan. Pertama kenyataan yang dilihat mata batin di alam surgawi. Kedua iman memindahkan apa yang di alam surgawi turun mewujud di bumi jadi kenyataan. Semua itu berlangsung karena berharap dan percaya. Teruslah focus kepada Tuhan, hal itu menjadikan pengharapan berkembang makin kuat.

Namun Abraham berharap dan percaya. Ia percaya, seperti yang Tuhan katakan saat dia melihat bintang di langit (Kejadian 15: 5-6). Sejak itu dia mengatakan kepada dirinya: "Abraham, dengar ya, sebanyak bintang
di langit, sebanyak itulah keturunanmu nanti akan lahir. Bukan mandul seperti sekarang. Melainkan berbuah lebat seperti yang Tuhan sudah katakan."

Banyaknya bintang-bintang bertaburan di langit yang dilihatnya itu terus membekas dalam bayangan Abraham. Memvisualisasikan apa yang firman telah katakan membuat mata batin kita melihat kepada kebenaran firman, Akibatnya, fakta jasmani yang sudah tidak bisa diharapkan, ditaklukkan oleh kebenaran fakta iman yang melihat dalam pengharapan mewujudnya janji Tuhan. Ini dia bagian penting yang harus ditiru dari iman Abraham.

Sejak nama Abram diubah Tuhan jadi Abraham (Kejadian 17: 5), dia terus menerus memanggil dirinya, menyebut dirinya dan membayangkan dirinya adalah bapa. Ada hembusan nafas Tuhan ke dalam Abram, Jadilah Abraham yang sekarang memiliki kuasa hidup yang baru untuk memiliki keturunan.

Dengan perubahan nama, dia semakin diteguhkan akan punya banyak keturunan. Setiap kali dia menyebut namanya, maka Abraham sedang memanggil dirinya sebagai bapa banyak bangsa. Itulah nama yang sudah Tuhan label kepada dirinya. Bapa yang melahirkan banyak bangsa. Bapa yang melahirkan banyak bangsa. .... Bapa yang melahirkan banyak bangsa, ..... Itulah yang terus dia katakan kepada dirinya setiap kali dia terperangkap oleh kenyataan melihat bahwa tidak ada lagi dasar untuk berharap.

Namun Abraham berharap juga, dan percaya bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup.
Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. (Roma 4:18-21 TB)

Terhadap janji Allah dia tidak bimbang, sebaliknya memuliakan Allah. Dengan penuh keyakinan akan kesetiaan Allah atas hidup kita, kita memuliakan Allah di tengah kemustahilan. Mengucap syukur senantiasa adalah memuliakan Allah. Memperkatakan kebaikan dan kesetiaan Allah adalah memuliakan Allah. Merenungkan firman Tuhan dan mengejar hadiratNya adalah memuliakan Tuhan. Teruslah focus kepada Tuhan untuk mengejar hadiratNya, mengenal Dia melalui firman dan pernyataanNya, pengharapan kita akan semakin kuat.

Yang harus kita menangkan setiap hari:
Tidak bimbang - Memuliakan Allah dengan keyakinan

Kebimbangan adalah celah bagi iblis. Tanpa iman tidak mungkin berkenan kepada Allah. Keyakinan akan Allah adalah pijakan bagi Tuhan untuk menyatakan diriNya kepada kita.

Orang yang bimbang itu bagai gelombang laut yang terombang ambing. Tuhan mencari dasar dalam diri kita. Yesus adalah Gunung Batu dasar iman kita. Hati kita yang mempercayai Tuhan Yesus dengan keyakinan adalah dasar pijakan bagi Allah mewujudkan firman jadi daging.

Allah menunggu kita bertindak. Hanya orang yang berani bertindak untuk Tuhan yang akan dipakaiNya mewujudkan firmanNya dimanifestasikan. Ketika kita terus fokus kepada Tuhan maka pengharapan dan iman itu bangkit, dan kita menjadi pelaku firman yang terus berjalan dalam iman.

Abraham adalah orang yang melangkah bertindak dalam iman, Elia adalah orang dengan iman yang melangkah keluar dari gua, Gideon bertindak atas apa yang Tuhan suruhkan, dia keluar dari tempat persembunyiannya. Bagaimana dengan anda?

Mari terus berjalan dan bertindak dengan iman, dengan mata yang focus kepada Tuhan.

 

GBI Jalan Jend Gatot Subroto