HIDUP MENGIKUTI ROH KUDUS

27 May, 2018

Bagaimana caranya agar kita dapat hidup mengikuti Roh Kudus?

Mari kita perhatikan ayat berikut ini;

" Mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh " (Roma 8 : 5).

Untuk dapat hidup oleh Roh Kudus, kita harus menetapkan atau memutuskan untuk selalu memikirkan hal-hal yang bersumber dari Roh Kudus, memikirkan perkara-perkara yang Ilahi, dan merenungkan Firman Tuhan.

Hidup oleh Roh dimulai dari pembaruan atau transformasi akal budi kita atau cara berfikir kita. Dengan memiliki cara berfikir yang sama dengan cara berfikir Kristus, maka kita akan bertindak menurut hikmat-Nya. Orang yang hidup oleh Roh pasti memiliki doa yang penuh Kuasa.

Rasul Paulus secara sistematis menjelaskan bagaimana orang percaya dapat hidup dengan dipimpin oleh Roh sehingga menghasilkan buah Roh;

" Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup dibawah hukum Taurat. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya "

(Galatia 5 : 16 - 24).

Di dalam (Galatia 5 : 16) Paulus menjelaskan langkah awal dari proses hidup yang menghasilkan buah Roh, yaitu hiduplah oleh Roh, yang berarti membiasakan diri hidup oleh Roh atau berjalan di dalam Roh, sehingga kemudian menjadi gaya hidup.

Dengan demikian, langkah awalnya adalah hidup di dalam kesadaran penuh oleh Roh sehingga terbiasa hidup di dalam Roh.

Dengan hidup yang terbiasa hidup di dalam Roh, maka keinginan daging akan takluk

dibawah keinginan Roh, sehingga keinginan Roh menjadi lebih dominan daripada keinginan daging (Galatia 5 : 17).

Ketika keinginan Roh sudah menjadi dominan di dalam kehidupan seseorang, maka ia akan hidup atau memiliki kehidupan yang dipimpin oleh Roh, bukan dirinya sendiri atau rencananya sendiri (Galatia 5 : 18).

Dalam tahap inilah orang yang hidupnya dipimpin oleh Roh, ia akan mulai menjadi seorang anak Allah di dalam pandangan-Nya

(Roma 8 : 14).


Tidak sedikit orang Kristen yang mengaku dirinya anak Allah , tetapi hidupnya tidak dipimpin oleh Roh Kudus. Jelas, seseorang bukanlah anak Allah apabila tidak dipimpin oleh Roh Kudus.

Apabila seseorang mulai hidup dibawah pimpinan Roh Kudus, maka kehidupannya pasti akan menghasilkan buah Roh (Galatia 5 : 22).

Buah Roh bukanlah hasil atau buah dari daging, melainkan hasil dari kehidupan di dalam Roh. Dengan demikian, hidup yang terbiasa di dalam Roh Kudus atau hidup oleh Roh akan menimbulkan keinginan Roh yang kuat di dalam diri seseorang, yang mendorong dirinya untuk menggenapi keinginan tersebut, sehingga hidupnya mulai dipimpin oleh Roh Kudus, dan pada akhirnya, hidup di dalam Roh akan menghasilkan buah Roh Kudus.

Ketika orang yang hidupnya dipimpin oleh Roh mulai secara konsisten menghasilkan buah Roh, maka pada akhirnya ia menjadi milik Kristus, bukan menjadi miliknya sendiri

(Galatia 5 : 24).

Hidup mengikuti Roh Kudus ialah tunduk kepada pimpinan dan kemampuan Roh Kudus dan memusatkan pikiran kita pada hal-hal yang dari Allah. (AH)

 

GBI Jalan Jend Gatot Subroto