HATI-HATI DALAM BERBICARA

06 Nov, 2023

"Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya." -Amsal 18:21-

PENDAHULUAN
Wanita Allah, kita diciptakan sebagai penolong yang baik untuk suami. Sebagai seorang penolong tentu harus memiliki pengetahuan, agar yang ditolong dapat dilayani dengan baik. Wanita, seringkali kita sebagai istri dalam memberi saran atau masukan memperlihatkan kita lebih pintar dari mereka, itu boleh saja namun, harus tetap memperhatikan etika saat kita bersikap menyampaikan saran dan pilihlah kata kata yang benar. Jangan mendikte atau memerintah, janganlah perkataan kita menjerumuskan suami dalam hal negatif, oleh sebab itu berhati-hatilah dalam berbicara atau memberi saran kepada suami.

ISI
Kita akan mempelajari beberapa istri yang memberi nasehat, dan membawa pengaruh negatif kepada para suami. Kita wanita, harus berhati-hati dalam berbicara.
1. Hawa, ia berbicara dalam ketidaktahuannya (Kejadian3:6).
Dalam firman Tuhan memang tidak dikatakan bahwa Hawa berbicara kepada Adam secara verbal, namun apabila diperhatikan dengan seksama maka terlihat bahwa Hawa berbicara secara nonverbal (dengan bahasa tubuh/isyarat), Kejadian 3:6b "Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya". Hal ini dilakukan Hawa karena tidak mengerti atau ketidaktahuannya mengenai firman Allah, tentang pohon kehidupan itu. Oleh sebab itu wanita Allah, apabila kita tidak tahu persis tentang sesuatu hal jangan langsung memberikan saran masukan kepada suami kita, karena dapat menimbulkan dampak negatif bukan hanya untuk suami tapi bisa berdampak untuk diri kita sendiri, bahkan keluarga.

2. Sarah memberi saran dengan ketidakpercayaan (Kejadian 16:2). Sarah memberi masukan agar Abraham dapat menikahi Hagar, padahal Sarah telah mendengar bahwa Tuhan sudah menjanjikan Abraham akan mempunyai keturunan, anak kandung dari dirinya (Sarah) untuk menjadi ahli warisnya (Kejadian 18:10). Ternyata Sarah tidak percaya perkataan Tuhan saat ia melihat kenyataan pada dirinya (Kejadian 18:11-15), dan ketidakpercayaan ini mempengaruhi perkataannya saat ia memberi masukan kepada Abraham. Saat kita tidak percaya perkataan firman Tuhan, apa yang kamu katakan pada suami pun berdampak. Ketidakpercayaan Sarah pada firman Tuhan sangat berdampak buruk pada keluarganya, bahkan sampai sekarang ada dua kubu Nasrani dan Muslim.

3. Istri Ayub memberi saran dalam kepahitannya (Ayub 2:9)
Keluarga Ayub dan istrinya mengalami keadaan di mana semua habis ludes, bahkan anak-anaknya semua meninggal. Istri Ayub mengalami kepahitan, dia berkata kepada Ayub mati saja dan kutukilah Tuhanmu. Ayub tidak mengutuki Tuhan tapi ia mengutuki kelahirannya, ia menyesal kalau sudah dilahirkan ke dunia (Ayub 3:1). Wanita Allah, hati-hati dengan hatimu jangan sampai kepahitan agar perkataan kita menjadi berkat dan membangun bagi keluarga kita.

PENUTUP
Wanita Allah! Nasihat, saran, motivasi sangat diperlukan oleh suami kita, oleh sebab itu sebagai penolong perlu memperhatikan apa yang kita katakan, cara kita menyampaikan kata-kata, bahkan melihat situasi yang ada. Semuanya harus diperhatikan agar kita dapat menolong, memberi semangat, memberi ketenangan, jalan keluar bagi suami, dan anak-anak kita serta memuliakan nama Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati.

 

GBI Jalan Jend Gatot Subroto