BERTUMBUH BUKANLAH SEBUAH KEBETULAN

23 Feb, 2017

Tuhan tidak pernah berkata bahwa perjalanan hidup kita akan mudah,
tapi Dia berjanji pada saat kita tiba kita akan merasa bahwa semuanya jadi layak.

Max Lucado

Kata-kata Max Lucado di atas mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak pernah berjanji perjalanan iman kita akan mudah. Tapi Ia berjanji bahwa pada akhirnya semuanya akan sepadan dengan perjuangan dalam perjalanan hidup kita. Perlu perjuangan untuk mencapai tujuan itu, karena akan ada banyak halangan dan tantangan disepanjang perjalanan iman kita. Seringkali kita bertanya “Bagaimana peran Tuhan dalam perjalanan dan pertumbuhan kita?” 

TUHAN berperan
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.” (Rom 8:28-30)
 
Tidak ada seorangpun manusia yang kebetulan menjadi Kristen. Sejak semula Tuhan bekerja dengan segala kemahakuasaan-Nya;  berperan dalam perjalanan kehidupan kita. Respon kita sangat mempengaruhi perjalanan kita, tetapi kita tetap bisa melihat peran Tuhan sangat jelas dalam kehidupan kita.
 
Dalam kemahatahuan-Nya:
·     TUHAN Memilih
Sebagai orang-orang pilihan-Nya, maka kita harus meresponi Dia dengan datang kepada-Nya.
·     TUHAN Menentukan
Dari semula Tuhan telah menentukan tujuan dan arah hidup kita. Tuhan menentukan kita untuk hidup menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya.
·     TUHAN Memanggil  
Tuhan memanggil kita untuk mendekat kepada-Nya. Dalam tradisi sebuah kerajaan, tidak sembarang orang dapat mendekati seorang raja, tetapi sebagai orang Kristen, kita menerima undangan khusus untuk dapat mendekati Sang Raja.
·     TUHAN Membenarkan
Ester menerima uluran tongkat raja Ahasyweros, saat dia menghadap raja tanpa undangan. Uluran tongkat itu melayakkan/ membenarkan Ester untuk lolos dari hukuman yang seharusnya ia terima. Begitupun saat kita mendekat kepada Tuhan, kita perlu dibenarkan. Pembenaran (Justifikasi) diberikan oleh pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib.
·     TUHAN Memuliakan
Tuhan menganugerahkan kemuliaan kepada siapa Ia berkenan. Bila perkenanan ada, maka kemuliaan diberikan. Di bagian inilah, perjuangan kita menjadi penting.

Ukuran tertinggi dari seseorang bukanlah ketika ia berdiri di dalam kenyamanan dan kemudahan melainkan ketika ia berdiri dalam masa penuh pergumulan dan pertentangan.

Martin Luther King Jr.

Perjuangan kita

“Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu. Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau. Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu. Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah? Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa? Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.” (1 Pet 4:14-19) 
 
Manusia pada dasarnya telah kehilangan kemuliaan Allah (Rom 3:23) dan hanya yang percaya kepada Kristuslah yang menerima justifikasi atau pembenaran; menerima keselamatan. Ini merupakan sebuah kesempatan baru untuk kembali kepada rencana Allah, kepada keserupaan dengan Kristus, kepada kemuliaan Allah. Roh Kudus yang adalah Roh Kemuliaan diberikan kepada orang percaya (Ef 1:13), bukan hanya untuk memberikan kuasa menjadi saksi (Kis 1:8), tetapi Roh Kudus memampukan kita untuk mematikan perbuatan-perbuatan daging orang percaya (Rom 8:13). Roh Kudus menuntun kita pada segala kebenaran. Jalan ini tidak mudah!
I Petrus 4:14-19 mengatakan bahwa akan munculnya penderitaan karena kehendak Allah (Kis 14:22; 1 Tes 3:3-4; 1 Pet 2:20-21; Fil 1:29; 2 Tim 3:12). Orang Kristen harus berjuang dengan menyerahkan jiwanya pada Pencipta yang setia, dengan selalu berbuat baik. Berbuat baik itu tidak mudah tetapi perlu perjuangan dan penyerahan jiwa. 
 
Ada beberapa perjuangan dan penderitaan yang pasti dialami orang percaya:
·       Perjuangan melawan dosa (Ibr 12:4).
Contoh: Penipu yang tidak menipu lagi, pembohong yang berjuang untuk jujur, dll.
·       Perjuangan melawan kerajaan kegelapan (Ef 6:12).
Contoh: Lepas dari jimat, ramalan, sihir,  okultisme, dll.
·       Perjuangan melawan keinginan daging (I Pet 2:11).
Contoh:  Tidak konsumerisme, melawan godaan gengsi, dll.
·       Perjuangan melawan keinginan dunia (I Yoh 2:16-17)
Contoh: Tidak menggunakan cara-cara dunia untuk mencapai tujuan, kaya, sukses, dll.
·       Penderitaan sebagai orang Kristen (I Pet 4: 16).
Contoh:  Siap dijauhi oleh orang lain karena hidup dalam kebenaran, siap menderita karena nama Kristus, dll.
·       Ujian api yang menempa (I Pet 1:7).
Contoh:  Dibentuk untuk semakin sabar, semakin rendah hati, semakin seperti Yesus.
 
Jika Anda menginginkan sebuah agama yang membuat Anda merasa nyaman, maka saya sangat tidak menganjurkan kekristenan.
“If you want a religion to make you feel really comfortable, I certainly don’t recommend Christianity” -C.S Lewis

Bertumbuh dengan sengaja
Tuhan dan kita harus sama-sama berperan dalam pertumbuhan kita menuju kemuliaan yang Tuhan rencanakan, yaitu menjadi seperti gambaran Anak-Nya. Kesadaran, penilaian, keputusan dan tindakan orang percaya akan mendorong pertumbuhan, kedewasaan, dalam proses untuk menjadi serupa dengan Kristus. Paulus berkata “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” (Ef 2:10) 

Dunia Psikologi dan Pendidikan mengenal istilah Rekayasa Pertumbuhan. Untuk sebuah kredibilitas sumber daya manusia dengan kriteria tertentu, maka dibuatlah pelatihan dan pendidikan tertentu dalam kurun waktu tertentu, dan dengan sadar manusia yang disebut siswa atau mahasiswa itu dibentuk dan diuji dalam kurun waktu tertentu. Kekristenan sebenarnya memiliki pola yang serupa dengan itu. Kriterianya sudah ditentukan oleh Tuhan sebagai Pencipta. Pelatihan dan pendidikannya oleh Roh Kudus dan Firman Tuhan. Buku acuannya adalah Alkitab. Dari waktu ke waktu kemajuan dan pertumbuhan kita diuji. Dimulai kemuliaan kepada kemuliaan yang lebih besar (II Kor 3:18).

Kepada Timotius, Paulus juga mengajarkan bahwa diperlukan latihan untuk semua itu dari waktu ke waktu. “... Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.” (1 Tim 4:7b-8). Paulus menyadari bahwa dengan penuh kesadaran (kesengajaan) perlu dari waktu ke waktu, terus berlatih untuk mencapai standar keserupaan dengan Yesus Kristus. Perlu latihan untuk sabar seperti Yesus, perlu latihan untuk murah hati, rendah hati, kuasai diri, memiliki damai sejahtera ilahi, memiliki sukacita ilahi dan keserupaan lainnya seperti Yesus. Apa yang menjadi bagian Tuhan, pasti Ia lakukan, tetapi bagian kita juga jangan dilupakan.  Bertumbuhlah dengan sadar dan berlatihlah dalam Tuhan, karena semua itu tidak akan pernah sia-sia.
 
“Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.”(2 Kor 3:18) 
 
“Mere change is not growth. Growth is the synthesis of change and continuity, and where there is no continuity there is no growth” – C.S. Lewis

Sekedar berubah bukanlah sebuah pertumbuhan. Pertumbuhan adalah gabungan antara perubahan dan kesinambungan, dimana tidak ada kesinambungan maka tidak ada pertumbuhan (JR).

 

GBI Jalan Jend Gatot Subroto