BANYAK MENGUCAP SYUKUR DAN BERIBADAH DENGAN CARA YANG BERKENAN KEPADA-NYA!

10 Apr, 2016

<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"MS 明朝"; mso-font-charset:78; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:1 134676480 16 0 131072 0;} @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face {font-family:Cambria; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-536870145 1073743103 0 0 415 0;} @font-face {font-family:TimesNewRomanPSMT; panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:77; mso-generic-font-family:auto; mso-font-format:other; mso-font-pitch:auto; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face {font-family:MyriadPro-BoldIt; panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-alt:"Myriad Pro"; mso-font-charset:77; mso-generic-font-family:auto; mso-font-format:other; mso-font-pitch:auto; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face {font-family:MyriadPro-Bold; panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-alt:"Myriad Pro"; mso-font-charset:77; mso-generic-font-family:auto; mso-font-format:other; mso-font-pitch:auto; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face {font-family:MyriadPro-It; panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-alt:"Myriad Pro"; mso-font-charset:77; mso-generic-font-family:auto; mso-font-format:other; mso-font-pitch:auto; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face {font-family:MyriadPro-Regular; panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-alt:"Myriad Pro"; mso-font-charset:77; mso-generic-font-family:auto; mso-font-format:other; mso-font-pitch:auto; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:Cambria; mso-ascii-font-family:Cambria; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"MS 明朝"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Cambria; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.BasicParagraph, li.BasicParagraph, div.BasicParagraph {mso-style-name:"\[Basic Paragraph\]"; mso-style-priority:99; mso-style-unhide:no; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; line-height:120%; mso-pagination:none; mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none; font-size:12.0pt; font-family:TimesNewRomanPSMT; mso-fareast-font-family:"MS 明朝"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-bidi-font-family:TimesNewRomanPSMT; color:black;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-family:Cambria; mso-ascii-font-family:Cambria; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"MS 明朝"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Cambria; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} @page WordSection1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.WordSection1 {page:WordSection1;} -->

Shalom Saudara yang dikasihi Tuhan,

Satu minggu yang lalu kita telah merayakan Paskah dan sebelumnya, hari Jum’at Agung, kita memperingati kematian Tuhan Yesus. 1 Korintus 15:3-4 berkata, “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci.”

 

Saudara, saya ingin katakan bahwa “Tuhan Yesus BENAR-BENAR BANGKIT!” Tidak semua orang percaya bahwa Tuhan Yesus benar-benar bangkit.Karena pada waktu itu ada dusta Mahkamah Agama yang mengatakan mayat Tuhan Yesus dicuri oleh murid-murid-Nya dan berita itu sampai sekarang dituliskan dalam Alkitab. Mungkin banyak dan bukan hanya sebagian orang saja yang tidak percaya, tetapi kita bersukacita karena kita percaya Tuhan Yesus bangkit! Tuhan Yesus hidup!

 

Memasuki tahun 2016, Dia memberikan tema kepada kita, “Tahun 2016 adalah Tahun Pembebasan Seutuhnya!” Pada waktu Tuhan Yesus masih ada di bumi ini Tuhan Yesus mengatakan bahwa ‘Tahun Rahmat Tuhan’ yang artinya ‘Tahun Pembebasan’ – ‘Tahun Yobel’ itu telah datang. Apa yang Tuhan Yesus lakukan? Dia membebaskan orang-orang yang tertawan, orang-orang yang terikat, orang-orang miskin, orang-orang buta secara rohani maupun jasmani, semuanya Tuhan bebaskan! Artinya, yang buta melihat, yang lumpuh berjalan, yang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan, yang kusta menjadi tahir dan kepada orang-orang miskin diberitakan kabar baik. Itu yang dilakukan Tuhan Yesus pada waktu itu, karena Tuhan Yesus hidup maka kejadian itu bukan hanya terjadi 2000 tahun yang lalu, tetapi sampai dengan hari ini, hal itu masih sedang terjadi. Mukjizat itu masih berlangsung sampai sekarang dan Dia akan pakai Saudara dan saya yang diurapi oleh Roh Kudus dan kuat kuasa sebagai alat untuk melakukan penuaian jiwa besar-besaran. Kita sedang memasuki ‘Tahun Pembebasan Seutuhnya’ yang berarti tahun penuaian jiwa besar-besaran yang terbesar dan yang terakhir sebelum Tuhan Yesus datang untuk kali yang kedua.

 

Kesaksian Natan – ‘Masa depan dan kedatangan Tuhan yang kedua kali’

Ada seorang anak Yahudi berumur 15 tahun bernama Natan. Pada bulan September yang lalu dia dibawa ke Firdaus. Pada waktu dia pulang kembali, dia di-interview oleh para rabbi. Dan yang luar biasa, ketika dia ada di Firdaus dia berkata, “Luar biasa bagusnya” dan dia katakan bahwa di sana dia tiba-tiba mengerti apa yang akan terjadi di dunia. Dia berkata, “Sebenarnya dunia sudah masuk Perang Dunia ketiga.” Para rabbi kaget dan bertanya, “Sejak kapan?”. Dia menjawab, “Sejak tanggal 13 September 2015 yang lalu”. Tanggal 13 September 2015 adalah Tahun Baru-nya orang Yahudi dan ketika hal ini terjadi, saya berada di sana.

 

Di dalam Yoel 2:30-32, kita akan menemukan ‘blood moon’ dan ‘gerhana matahari’, ini berbicara tentang goncangan. Para rabbi lalu bertanya, “Kalau ini Perang Dunia ketiga, mengapa belum kelihatan perang semua?”.Natan berkata, “Belum, tetapi itu sudah dimulai. Itu tidak langsung terjadi, tetapi negara akan melawan negara”. Saudara, apa yang tertulis dalam Zakharia 14 sudah digenapi dan semua yang mendengar kaget. Kitab Zakharia bercerita tentang Yerusalem yang dikepung oleh bangsa-bangsa dan dia melihat orang Yahudi dibantai oleh mereka dan pada saat itu dia melihat Mesias datang. Saudara yang dikasihi Tuhan, pada waktu dia bercerita itu rabbi-rabbinya berkata, “Loh itu kan Zakharia 14” dan Natan malahan balik bertanya, “Oh ada ayatnya?” karena memang dia tidak pernah belajar akan hal itu. Apa yang dialami oleh Natan ternyata ada tertulis di dalam Firman Tuhan. Ketika Natan ditanya kapan hal ini akan terjadi, dia menjawab, “Tidak lama lagi”.Saya percaya bahwa sebelum itu terjadi, gereja Tuhan sudah diangkat.

 

GONCANGAN DAN MUJIZAT

Pesan Tuhan bulan ini berbicara tentang mukjizat dan goncangan. “Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat; Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam. Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam.” (Hagai 2:7-10)

 

Saudara, goncangan-goncangan sudah mulai terjadi dan itu akan menggoncang segala bangsa. Goncangan-goncangan itu akan bertambah keras, tetapi justru ditengah-tengah goncangan, di rumah-Nya Tuhan (orang-orang percaya) akan diberkati. “Sebab kepunyaan-Kulah emas, kepunyaan-Kulah perak”, kata Tuhan. Goncangan yang terjadi justru membuat kita yang adalah rumah Tuhan semakin diberkati lebih daripada sebelumnya. Goncangan yang terjadi akan membuat kemegahan rumah ini atau pertumbuhan secara rohani kita akan bertambah dan Tuhan akan memberikan damai sejahtera. Jika Saudara memiliki damai sejahtera maka Saudara tidak akan melihat keadaan. Baik susah atau senang, orang itu akan selalu senang, itulah damai sejahtera!

Ibrani 12:26-29, Sekali lagi Tuhan mengatakan bahwa segala sesuatu yang bisa Dia goncang akan digoncangkan. Tetapi yang luar biasa hanya Kerajaan Allah saja yang tidak bisa digoncang! Tidak tergoncangkan! Apakah Saudara mau mengalami itu semua?

 

 

 

KUNCI UNTUK MENGALAMI JANJI TUHAN

I. Banyak Mengucap Syukur

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Tesalonika 5:18)

 

Ada beberapa alasan mengapa kita harus mengucap syukur, yaitu:

1. Memuliakan Tuhan

“Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku;…” (Mazmur 50:23a)

‘Korban’ di sini berbicara tentang keadaan yang tidak enak, keadaan sakit, menderita, tertekan, dsb tetapi dalam keadaan seperti itu kita tetap berkata, “Tuhan, aku bersyukur kepada-Mu”.

 

2. Segala Sesuatu Akan Mendatangkan Kebaikan

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28).

 

3.  Menghilangkan Kekuatiran Kita

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Filipi 4:6)

 

4.  Agar Mukjizat Terjadi

Ketika Tuhan Yesus memberi makan 5000 orang laki-laki (Yohanes 6) itu adalah mukjizat yang luar biasa! Dari 5 ketul roti dan 2 ekor ikan cukup untuk memberi makan 5000 laki-laki. Tuhan Yesus telah mengajarkan bagaimana supaya mukjizat itu terjadi yaitu: Tuhan Yesus memegang 5 ketul roti dan 2 ekor ikan, Dia menengadah ke atas dan berdoa, tetapi Dia mengucap syukur! Setelah itu Dia memecah-mecahkan roti dan ikan lalu Dia memanggil murid-murid-Nya untuk membagikannya kepada orang banyak. Mungkin saat itu murid-murid-Nya kaget karena roti dan ikan yang dibagi-bagikan kepada orang banyak tidak habis-habis, malahan sisa 12 bakul! Mukjizat terjadi ketika kita banyak mengucap syukur!

 

Alkitab mengajar kita, kepada Allah kita harus mengasihi Dia dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap kekuatan kita. Kepada sesama manusia, kita harus mengasihi mereka seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Tetapi bagi kita sendiri Tuhan mau kita banyak mengucap syukur.

 

II. Beribadah Kepada Allah Dengan Cara Yang Berkenan Kepada-Nya

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:1-2) 

 

Saudara, kita diminta untuk beribadah kepada Tuhan dengan cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan! Allah kita seperti api yang menghanguskan, jadi kita tidak boleh main-main, kita harus sungguh-sungguh takut akan Dia. Jika Saudara lakukan ini, maka Saudara akan diberkati berlimpah-limpah-limpah-limpah!

 

Roma 11:22 menuliskan bahwa kita harus memperhatikan kemurahan Allah, juga kekerasan Allah! Kalau kita sudah lahir baru artinya sekarang kita sudah masuk proses ‘sanctification’ (proses pengudusan atau pendewasaan). Dalam proses ini kita bisa ‘dihajar’ oleh Tuhan dan bisa juga dihajar-Nya itu habis-habisan. Tetapi ingat, Dia bukan kejam, Dia adalah Bapa yang punya maksud supaya kita mendapatkan bagian dalam kekudusan-Nya. Yaitu supaya kita selamat dan masuk sorga! Jadi jangan ada yang berkata bahwa Allah itu kejam! Tidak! Dia itu baik dan sungguh baik.Dia sangat mengasihi Saudara dan tidak ingin kita ini masuk neraka.Kalau bisa Dia mau semua orang diselamatkan.Itulah kasih karunia Tuhan dan terutama buat Saudara dan saya. Tuhan mau kita selamat dan masuk sorga bersama-sama dengan Tuhan Yesus selama-lamanya!

 

Kesaksian Kim Sang Ho

Ada seorang yang bernama Kim Sang Ho, dia adalah pendeta dibawah penggembalaan Dr. Yonggi Cho. Tiba-tiba istrinya meninggal dan setelah 5 hari dia bersama anak-anaknya pergi ke kuburan istrinya. Dia menangis dengan sedihnya begitu pula anak-anaknya. Dalam keadaan susah, frustrasi dan hancur hati dia menangis melihat anak-anaknya menangis dengan luar biasa. Apa yang terjadi? Dia melihat ada orang yang menghampiri dengan pedang yang panjang dan tiba-tiba orang itu menusuk jantung Kim Sang Ho hingga dia terkapar dan mati. Dokter berkata bahwa dia mati karena serangan jantung berat yang dahsyat. Mendengar ini Yonggi Cho kaget lalu dia mempersiapkan untuk penguburannya. Cara penguburan di sana berbeda, setelah 3 hari baru dimandikan dan dipakaikan baju yang baru setelah itu dimasukkan ke peti, dan dibawa ke kuburan.

 

Pada saat mereka sedang menyanyikan pujian penyembahan, tiba-tiba Kim Sang Ho bangkit dan hidup! Saat Itu orang-orang yang sedang bernyanyi berhamburan lari! Mereka berteriak, “Hantu! Hantu!”. Lalu orang-orang banyak itu melihat dari kejauhan dan Kim Sang Ho duduk disebelah petinya memanggil-manggil mereka. Tetapi orang-orang itu saling mendorong, “Sudah, kamu duluan saja…kamu duluan”. Begitu mereka datang Kim Sang Ho bertanya, “Mengapa saya mau dikubur?”. Mereka berkata, “Kamu  ini  sudah  dinyatakan  mati  oleh  dokter  akibat  serangan  jantung!”.

 

Kemudian Kim Sang Ho menceritakan apa yang telah dialaminya kepada Yonggi Cho, berikut ini kisahnya:

Pada waktu ada seorang yang datang dengan pedang panjang dan menusuk jantungnya, tiba-tiba dia melihat ada 3 seperti bintang jatuh dari langit dan ternyata itu adalah 3 malaikat. Kemudian yang satu menggandeng lengan kanan, yang satu lengan kiri dan yang satunya sebagai penunjuk jalan. Malaikat itu berkata, “Ayo kita pergi sekarang, kita pergi ke sorga!”. Ketika hendak berjalan dia melihat tubuhnya dan bertanya, “Tubuh saya itu bagaimana?”. Malaikat berkata, “Lupakan saja, nanti gampang. Pokoknya sekarang kita pergi”. Singkat cerita, sampailah mereka di sorga. Pintu dibuka dan dia melihat ada Tuhan Yesus di situ, banyak malaikat dan roh orang-orang kudus dan menyambut dia, “Haleluya!”. Tiba-tiba dia melihat Daud dan berjabat tangan dengannya, ia juga melihat Stefanus dan bertanya kepadanya, “Bagaimana waktu dilempari batu? Sakit tidak waktu itu?”. Mungkin ada di antara kita yang bertanya, “Kok’ tahu kalau itu Daud? Kok’ tahu kalau itu Stefanus?”.

 

Ketika Tuhan Yesus bersama ketiga murid-Nya, Petrus, Yohanes dan Yakobus diatas gunung yang di Israel bernama Gunung Tabor, Tuhan Yesus tiba-tiba beralih rupa dengan tubuh kemuliaan dan bercakap-cakap dengan Elia dan Musa. Waktu Petrus melihat itu, dia berkata, “Aduh alangkah senangnya. Biarlah aku buatkan kemah, satu untuk Tuhan Yesus, satu untuk Elia dan satu untuk Musa”. Pertanyaannya, “Mengapa Petrus tahu kalau itu Musa dan Elia? Apa dia pernah melihat fotonya?” Pada zaman itu tidak ada foto dan jarak antara zaman Elia dengan Petrus itu sekitar 700 – 800 tahun. Bahkan dengan zaman Musa sekitar 1500 tahun jaraknya. Darimana mereka mengetahuinya? Seperti yang dialami Natan, remaja berumur 15 tahun tadi, ketika di sana tiba-tiba dia jadi mengerti saja! Jadi kalau kita berada di alam yang sekarang ini, kita tidak bisa mengenali seseorang jika kita tidak melihat foto, tetapi di sana itu tidak berlaku.

 

Kemudian Kim Sang Ho menceritakan bahwa Sorga itu sangat indah, di sana ada sungai yang sangat besar dengan pohon-pohon dan buah-buahnya ditanam di sepanjang sungai itu. Di mana-mana ada tempat duduk dan orang-orang bisa duduk bercengkerama sambil menggapai buah dari pohon itu serta memakannya. Ketika buah itu dimakan, maka tercium bau wewangian keluar dari tubuh orang itu dan udara di sana dipenuhi dengan wangi-wangian dan musik yang indah.

 

Kemudian mereka berjalan terus karena masih banyak yang mau diperlihatkan kepadanya.Lalu dia dibawa ke satu auditorium yang begitu besar, dia melihat seperti ada jutaan orang yang berkumpul bersama-sama dengan malaikat sedang menyembah Allah. Dikatakan bagaikan gelombang laut mereka bersujud menyembah, ada musik, damai sejahtera, sukacita yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata dan dia bergabung dengan mereka. Saya mau bertanya, kalau kita sudah di sana, sampai kapan kita akan mengalami ini? Selama-lamanya!

 

Ketika dia hendak diajak melanjutkan perjalanan, Kim Sang Ho bertanya, “Bolehkah saya bertemu istri saya yang 5 hari lalu meninggal?”. Dan mereka menjawab, “Kamu ke sini justru istri kamu yang meminta kepada kami supaya kamu datang ke sini!”. Jadi istrinya hendak memberitahu karena melihat anak-anaknya yang begitu susah. Istrinya berkata kepadanya, “Kasih tahu anak-anak, aku senangnya luar biasa di sini. Nanti kasih tahu anak-anak, yang paling besar mau jadi pendeta,  suruh sungguh-sungguh dengan Tuhan. Layani Tuhan supaya nanti kita sama-sama di sini”. Dan dia melihat wajah istrinya cantik luar biasa! Seharusnya para suami mengatakan istrinya cantik luar biasa, meskipun orang lain menganggap istrinya jelek. Waktu hal ini diceritakan kepada Yonggi Cho, dia antara percaya dan tidak, “Hah? Istrimu benar-benar cantik di sana?”. Sebab Yonggi Cho mengenal istrinya karena kalau ada pelayanan di sana selalu dilayani istrinya dan dia pernah berkata, “Ini wanita jeleknya luar biasa”, sampai dia juga berkata, “Kasihan ya Kim Sang Ho, dapat nyonya kok jeleknya seperti ini”. Tetapi ketika di sorga ada satu perubahan di mana istrinya cantiknya luar biasa! Jadi sekarang kita yang di sini relatif jelek, di sana nanti pasti cantik, tampan, sehat, kuat. Haleluya!

 

Kim Sang Ho diajak untuk melihat rumah-rumah dan dia bertanya, “Bolehkah saya melihat rumah saya?” dan dia diperbolehkan.Tetapi ketika dia sedang berjalan menuju rumahnya dia melihat ada wanita tua, “Loh ini wanita yang dulu bekerja di gereja saya”. Waktu itu dia hanya membersihkan gereja, memanaskan oven, pokoknya melakukan pekerjaan yang kotor dan tidak ada orang yang memperhatikan apa yang dia kerjakan. Sepertinya tidak ada artinya buat orang-orang, tetapi rumahnya di sorga itu besar! Sebaliknya ada penatuanya yang dulu agak sombong ternyata rumahnya jauh lebih kecil. Tetapi masih untung masuk sorga! Namun begitu melihat rumahnya sendiri, Kim Sang Ho menangis karena tidak ada atapnya! Dia menangis, “Tuhan Yesus, rumah saya tidak ada atapnya!”. Tuhan Yesus berkata, “Ya, ya, jangan kuatir. Kamu akan kembali ke bumi lagi”. Dan ini yang menarik yang Tuhan Yesus katakan, “Kamu akan kembali ke dunia dan pekerjaan baikmu merupakan material yang naik ke sorga untuk menyelesaikan rumah ini”. Tuhan minta supaya kita mempersembahkan tubuh ini sebagai persembahan yang hidup kudus dan berkenan kepada Allah dan itu untuk mengirim material untuk menyelesaikan rumah kita di sana.

 

Setelah mereka berbincang-bincang, tiba-tiba Tuhan Yesus berkata, “Eh, kamu cepat kembali ke bumi sebab sebentar lagi tubuhmu akan dikubur. Kalau tidak kamu tidak punya tubuh nanti!”. Waktu dia mau berjalan keluar tiba-tiba ada suara, “Sebentar!...”, ketika dia menoleh ternyata dia bertemu dengan Abraham. Abraham terlihat sangat muda seperti Yesus dan dia memberikan pesan kepada Kim Sang Ho, “Kamu akan kembali ke dunia kan? Katakan kepada mereka bahwa Kristus akan segera datang dan lebih cepat daripada yang kamu kira dan biarkan mereka bersiap karena Kristus akan segera datang!”.

 

Ps. Yonggi Cho telah menyaksikan ini semua sekitar 39 tahun yang lalu dan kejadian Kim Sang Ho meninggal itu terjadi sekitar 50 tahun lebih yang lalu. Ketika Ps. Yonggi Cho bersaksi tentang Kim Sang Ho, beliau masih hidup, tetapi pada tahun 2007 Kim Sang Ho meninggal untuk kedua kalinya di usianya yang ke 88 tahun. Sesuatu yang luar biasa, kisah ini baru di –publish di YouTube pada tanggal 8 April 2015, tetapi saya baru mengetahui kisah ini di awal tahun ini.

 

Jika saya berikan kesaksian ini mungkin ada yang berkata, “Wah, ini sudah lama!”, tetapi bagi saya pesan Abraham 50 tahun yang lalu sudah berkata, “Tuhan Yesus segera datang!”, Ini adalah pesan buat Saudara yang sangat penting! Tuhan bukan hanya “segera datang” melainkan “sangat segera datang!”

 

Kalau Saudara mempunyai pengertian seperti itu maka cara hidup Saudara dan cara berpikir Saudara pasti akan berbeda dan Saudara pasti tidak akan main-main. Sebentar lagi Tuhan Yesus akan datang! Dia hidup, Dia sudah bangkit bagi Saudara dan saya. Kuasa kebangkitan-Nya akan memampukan kita untuk terus bertahan sampai Dia datang kembali. Haleluya!

 

 

Quote:

“Banyak mengucap syukur dan beribadah

dengan cara yang berkenan kepada-Nya”

 

 

 

 

Khotbah Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo,

Minggu – 3 April 2016 di JCC, Senayan.