FINISHING EXCELLENT

08 Apr, 2018

(MENYELESAIKAN SAMPAI AKHIR DENGAN LUAR BIASA)

1 Kor 9: 25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.
Shalom... saudara yang dikasihi Tuhan Yesus, hari-hari di Era Pentakosta ketiga biarlah kita makin menyala-nyala dengan cinta mula-mula dan berlari dalam panggilan Tuhan dalam hidup kita. Panggilan yang Tuhan berikan bukan hanya untuk kita diselamatkan tetapi juga untuk kita berjuang dalam pertandingan iman selama kita hidup di dunia, menjadi umat yang layak bagi kedatanganNya yang kedua kali, berjuang sampai garis akhir dan menyelesaikan dengan luar biasa panggilan Tuhan dalam hidup kita.

Seperti seorang pelari estafet, kita merupakan pelari terakhir yang membawa tongkat estafet harus menyelesaikan pertandingan dengan sungguh-sungguh dan segenap kekuatan. Ada 4 langkah penting untuk kita dapat berlari menyelesaikan sampai garis akhir dengan luar biasa:
Pertama, Self Control (Menguasai diri dalam segala hal).
Sebagai seorang pelari yang berjuang dalam pertandingan kita wajib menguasai diri, hanya dengan kita penuh Roh Kudus dan penuh Firman setiap saat kita akan dimampukan Tuhan untuk hal ini. Minta Roh Kudus mampukan kita untuk menjaga hati kita dengan segala kewaspadaan. Sering menguji dan mengecek bagaimana hati kita dihadapan Tuhan. Amsal 4:23 mengatakan dari hati terpancar kehidupan kita, pada saat tidak menjaga hati kita akan sulit menjaga ucapan, pikiran dan tindakan. Tetapi pada saat Roh Kudus dan Firman Tuhan menguasai hati kita maka respon dari ucapan, pikiran dan tindakan kita akan benar.

1 Kor 9: 26,27 Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan... Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya (I keep on disciplining my body ISV), supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak

Kedua, Self Discipline (Mendisiplinkan diri)
Setelah kita belajar minta dimampukan untuk self control maka yang perlu dilatih adalah self discipline. Ada disiplin-disiplin yang perlu dibangun dalam hidup kita sebagai pelari terakhir terlebih di Era Pentakosta ketiga ini dimana Tuhan mau pakai hidup kita sebagai pasukan penuai yang tangguh. Disiplin yang perlu kita lakukan antara lain adalah disiplin saat teduh, baca Alkitab dan bersekutu dengan Tuhan tiap pagi. Disiplin ibadah tiap Hari Minggu, disiplin doa puasa minimal setiap Hari Sabtu, disiplin ke Menara doa secara rutin. Kita juga perlu belajar disiplin waktu, dimana kita dalam mengelola dan mengatur waktu yang Tuhan berikan dengan baik, budaya tepat waktu harus jadi bagian hidup kita. Disiplin mengembalikan perpuluhan, disiplin dalam pelayanan yang dipercayakan dan lainnya. Hanya seorang pelari yang disiplin dan menguasai diri yang akan dapat bertanding dengan baik dan dipakai Tuhan dengan luar biasa.

Ibr 12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

Ketiga, Doing Our Best (Melakukan yang terbaik)
Sebagai pelari terakhir di era penuaian yang terbesar dan terakhir, biarlah kita minta Tuhan mampukan untuk dapat melakukan yang terbaik bagiNya. Tidak pernah ada pelari yang mau menang dan mencapai garis akhir, berlari dengan pakaian tebal, membawa barang berat... semua pelari akan pakai pakaian atlit yang benar, sepatu yang tepat dan ringan, juga tidak membawa beban atau barang apapun. Dalam pertandingan iman dan berlari bagi Tuhan kita harus menanggalkan beban-beban kehidupan yang ada dan juga dosa. Sehingga tidak ada yang menghalangi dan menghambat. Bereskan dosa dihadapan Tuhan, akui, bertobat dan minta ampun. Lakukan yang terbaik yang dapat kita lakukan untuk menyenangkan hati Tuhan. Terlebih 2018 adalah tahun kelaparan rohani, maka kita diminta untuk kselalu siap sedia membagikan makanan rohani pada jiwa-jiwa yang membutuhkan sehingga pertobatan, pemulihan dan jamahan Tuhan dapat terjadi dahsyat.

Ibr 12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Kempat, Finishing by eyes on HIM (Menyelesaikan dengan mata yang tertuju pada Tuhan)
Tantangan, persoalan, godaan, ujian selalu ada dalam hidup kita. Ada masa-masa kita alami peremukan, proses dan tidak berdaya, tetapi tetap kita percaya pencobaan yang kita alami tidak melebihi kekuatan kita dan pada saat kita dicobai, Tuhan pasti akan memberikan jalan keluar (I Kor 10:13). Kalau mata kita tidak tertuju pada Tuhan, maka sebagai pelari kita akan mudah mundur, kecewa, pahit dan keluar dari gelanggang pertandingan. Mata yang tertuju pada Tuhan membuat kita kuat dan bertahan sampai garis akhir dengan luar biasa. Seringkali pengalihan focus iblis lakukan untuk membuat mata kita tertuju pada persoalan, pada orang yang menyebabkan masalah. Milikilah komitmen untuk selalu memandang pada Tuhan Yesus dan minta kasih kuasa Tuhan memampukan kita.

Jangan pernah menyerah, terus berlari dan menyelesaikan sampai garis akhir. Bangkit jadi pasukan penuai yang berjuang dalam pertandingan yang ada dengan sungguh-sungguh dan segenap kekuatan Tuhan. Percaya ada mahkota kehidupan yang menanti kita di garis akhir. Haleluyahhhhhh....!

 

GBI Jalan Jend Gatot Subroto