ALAMI MUJIZAT PENUAIAN DI TAHUN 2017

02 Feb, 2017

Shalom! Tahun 2017 adalah Tahun Mujizat Penuaian! Percayakah saudara akan hal itu? Rancangan dan JanjiNya selalu “YA” dan “AMIN”!  Di awal Tahun 2017 Tuhan sudah mengingatkan “Jangan sampai tidak percaya mujizat”, Percaya saja sekalipun kita belum mengerti. Hal yang menarik dapat dipelajari dari Kisah Ishak dalam Kejadian 26.

“Maka timbullah kelaparan di negeri itu. --Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin.” Kejadian 26:1.

Terjadi kelaparan pada zaman Ishak, bahkan dikatakan bukan kelaparan yang pertama, artinya sudah pernah terjadi kelaparan sebelumnya. Kelaparan biasa didahului dengan kekeringan dan panen yang gagal, hal ini merupakan goncangan yang dialami. Ingat hari-hari ini kita akan alami Mujizat Penuaian ditengah goncangan Yoel 2:28-32. Mungkin situasi kondisi, keadaan yang kita alami seperti Ishak, suatu keadaan yang sulit dan tidak enak. Tetaplah percaya Tuhan sanggup buat mujizat dan pasti ada jalan keluar. Ada 4 langkah yang dapat kita teladani dari hidup Ishak sehingga mengalami Mujizat Penuaian.

“Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu.” Kejadian 26:2-3.

Langkah pertama, Hidup intim dan bergaul dengan Tuhan. Ayat 2-3 katakan bahwa Tuhan menampakkan diri kepadanya serta berfirman. Ishak membangun persekutuan pribadi dengan Tuhan, belajar mendengar suaraNya. Bagaimana dengan hidup saudara, apakah saudara mempunyai hubungan yang intim dengan Tuhan? Saat teduh setiap pagi, membaca dan merenungkan FirmanNya dan punya waktu untuk berdoa memuji menyembah Tuhan. Dampaknya kita akan dimampukan untuk mendengar suaraNya, mendapat tuntunan langkah apa yang harus dilakukan sehingga dapat alami Mujizat Penuaian.

“Jadi tinggallah Ishak di Gerar.” Kejadian 26:6 Langkah kedua, Taat melakukan perintah Tuhan. Setelah Ishak mendengar suara Tuhan, Ishak mengambil langkah untuk taat. Belajar untuk taat melakukan perintah Tuhan, sekalipun tidak masuk akal, sekalipun tidak kita mengerti, sekalipun sulit untuk dilakukan. Minta kemampuan Roh Kudus agar kita dapat taat melakukan perintahNya.

Ketika orang-orang di tempat itu bertanya tentang isterinya, berkatalah ia: "Dia saudaraku," sebab ia takut mengatakan: "Ia isteriku," karena pikirnya: "Jangan-jangan aku dibunuh oleh penduduk tempat ini karena Ribka, sebab elok parasnya.” Setelah beberapa lama ia ada di sana, pada suatu kali menjenguklah Abimelekh, raja orang Filistin itu dari jendela, maka dilihatnya Ishak sedang bercumbu-cumbuan dengan Ribka, isterinya. Kejadian 26:7-8.

Bukan hal yang enak didengar dan enak di hati jika istri seperti Ribka, dikatakan sebagai saudara oleh suami yang sah yaitu Ishak. Pasti ada ganjalan di hati dan hubungan akan terganggu. Yang luar biasa ayat 8 katakan Ishak bercumbu-cumbuan dengan Ribka, istrinya… ayat ini menyatakan secara tersirat bahwa hubungan Ishak dan Ribka sudah harmonis dan pulih. Hal yang dapat dipelajari dari ayat 7-8 ini adalah menjadi langkah ketiga, Miliki hubungan yang harmonis dan unity. Semua ganjalan, kemarahan, kepahitan, luka, hal sekecil apapun yang mengganggu hubungan dengan sesama, Tuhan mau kita jadi pulih sehingga ada kesatuan dan keharmonisan. Hubungan suami dengan istri, orang tua dengan anak, dalam keluarga besar, hubungan di kantor antara atasan dengan bawahan, teman sekerja, teman kuliah, tim pelayanan dan dengan sesama lainnya, kita bereskan dihadapan Tuhan.

Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya. Kejadian 26:12-13.

Langkah keempat untuk mengalami Mujizat Penuaian belajar dari teladan Ishak adalah Menabur. Tahun ini kita akan menuai apa yang kita tabur. Untuk itu perhatikan firman Tuhan, Galatia 6:7-10 Apa yang kita tabur akan kita tuai. Biarlah kita menabur apa yang baik, benar dan dalam roh. Perhatikan ucapan, respon, tindakan, kasih, perhatian, doa, tenaga dan dana yang kita tabur. Ishak menabur maka tahun itu juga dia mendapat hasil seratus kali lipat. Tanpa menabur maka tidak akan alami menuai. Apa yang kita tabur di Tahun Mujizat Penuaian akan kita tuai secara mujizat!

Lakukan teladan Ishak dalam hidup kita sepanjang Tahun 2017 dan alami Mujizat Penuaian yang luar biasa! Saksikanlah Mujizat Penuaian yang saudara alami sehingga banyak orang akan percaya dan memuliakan Tuhan! Haleluyahhhhhh!!!

GBI Jalan Jend Gatot Subroto