Damai Sejahtera

06 May, 2018

Biasanya ketika kita menghadapi badai hidup atau peperangan rohani, seringkali terlintas didalam pikiran kita atribut-atribut Tuhan yang gagah perkasa seperti Panglima Bala Tentara TUHAN, Allah Penerobos, atau Tuhan Pahlawan Perang, bahkan Singa dari Suku Yehuda. Kita patut bersyukur, bangga dan perlu untuk mengenal semua atribut-atribut-Nya yang merupakan bagian dari kekayaan Kristus Yesus, Tuhan kita !
Saat ini kita akan melihat sebuah atribut TUHAN sebagai "the God of Peace" (Tuhan sumber damai sejahtera) yang memiliki peran menggiring musuh kita kebawah kaki kita,
"Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis dibawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu !" - Roma 16:20
Pada sebuah saat ketika saya diperhadapkan dengan masalah yang saya anggap pelik dan sulit, didalam doa ada sebuah kata yang saya terima didalam roh saya didalam bahasa Inggris yaitu, "Serenity," kata ini didalam kamus bahasa Inggris diterjemahkan: didalam keadaan tenang, penuh damai dan tidak terganggu (the state of being calm, peaceful, and untroubled), sebuah titel yang diberikan kepada seorang pangeran yang sedang memerintah (a title given to a reigning prince).
Hal ini dikonfirmasi ketika menghadiri ‘watchmen retreat' di The Lodge Woodland Maribaya, dimana ada sebuah atraksi permainan sepeda diatas seuntai kabel dengan pemandangan pegunungan yang hijau namun sangat curam dibawahnya. Meski permainan ini telah didisain dengan sebuah sistem pengaman yang memadai, permainan yang memacu adrenalin ini dapat membuat rasa takut yang luar biasa. Namun bagi mereka yang terlatih, permainan ini menyenangkan, mereka melakukannya dengan tenang bahkan bersukacita.
Melalui permainan ini dan apa yang saya hadapi, TUHAN mengajari saya bahwa IA tetap memegang kendali, IA menyertai kita, namun kita harus memastikan dan menyadari adanya ikat pinggang pengaman, yaitu ikat pinggang kebenaran dan hikmat-Nya pada diri kita.
Melalui kata "Serenity," Ia menegaskan kepada saya bahwa masalah-masalah dalam hidup kita sesungguhnya merupakan pelatihan-pelatihan agar kita dapat dilatih untuk memerintah bersama-sama dengan Dia didalam damai sejahtera-Nya, bukan dengan kepanikan dan ketakutan. Dengan demikian musuh kita digiring-Nya untuk berada dibawah kaki kita. (BGP 0418)

GBI Jalan Jend Gatot Subroto