BERBUAH BUAH BAGI KRISTUS

13 Mar, 2017

Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! – Lukas 13:6-7

Tahun 5777 disebut juga sebagai tahun Pedang, tahun Peperangan, tahun Penuaian dan juga tahun Penyembahan (tahun Sabat).
Memasuki tahun 5777 ini sehubungan dengan tahun Pedang, tahun Peperangan, tahun Penuaian dan juga tahun Penyembahan (tahun Sabat) tersebut, saya mendapatkan satu perkataan yang sangat kuat dari Tuhan. Tuhan katakan bahwa ini juga adalah tahun untuk kita berbuah! Perkataan Tuhan sangat jelas dalam Lukas 13:6-9, Tuhan mau kita menghasilkan buah dalam kehidupan kita.

Lukas 13:6-9. Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, 
mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!"
Dalam Firman Tuhan kita mengenal ada beberapa macam buah yang perlu kita hasilkan dalam hidup kita:
1. Buah Pertobatan (Matius 3:8)
2. Buah Roh (Galatia 5:22-23)
3. Buah Pelayanan (Filipi 1:21-24; 1 Kor 9:1)
4. Buah Jiwa-jiwa (Matius 28:19-20)
Tuhan mau di waktu sudah teramat singkat ini, di mana kedatangan Nya sudah benar-benar di ambang pintu, kita berbuah-buah dalam hidup kita.
Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. – Matius 24:46
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. – Matius 25:21
Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku." – Yohanes 15:8
Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana kita dapat menghasilkan buah-buah tersebut dalam kehidupan kita?

1. Hidup intim dengan Tuhan
Yohanes 15: 4 , Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
Kunci yang utama dan yang pertama-tama yang harus kita miliki atau lakukan untuk kita berbuah-buah dalam kehidupan kita adalah miliki kehidupan yang intim dengan Tuhan. Tanpa kehidupan yang intim dengan Tuhan, kita tidak akan dapat berbuah. Itulah sebabnya kita diminta untuk kembali kepada Kasih Semula (Wahyu 2:1-5). Tanpa kasih yang semula, dan tanpa kehidupan yang intim dengan Tuhan, kita tidak akan dapat berbuah.

2. Hidupi Panggilanmu yang spesifik
Hal yang ke-dua, yang akan kita renungkan, untuk kita dapat maksimal menghasilkan buah-buah dalam kehidupan kita, adalah dengan kita menghidupi panggilan kita yang spesifik dari Tuhan. Melalui definisi DNA kita (Restorasi Pondok Daud) kita diminta untuk melakukan kehendak Bapa pada jaman ini. Tuhan Yesus memuliakan Bapa di Surga dengan jalan menyelesaikan  pekerjaan yang Bapa berikan kepada Nya untuk  dilakukannya (Yohanes 17:4). Daud dicatat di dalam kitab para rasul, bahwa ia melakukan kehendak Allah pada jamannya (Kisah Para Rasul 13:36).
Kita percaya bahwa ada kehendak /pekerjaan dari Bapa yang spesifik untuk suatu jaman dan ada kehendak Bapa juga yang spesifik untuk setiap orang /pribadi.

Yakub memiliki 12 anak, dan ketika Yakub akan meninggal, Yakub bernubuat /menyampaikan apa yang akan terjadi /apa yang akan dilakukan oleh masing-masing anaknya. Masing-masing anak memiliki penugasan dan janji yang spesifik, yang berbeda satu dengan yang lain. 
Dalam tubuh Kristus, rasul Paulus juga menggambarkan adanya perbedaan-perbedaan fungsi dalam tubuh (1 Korintus 12). Ada kita yang dipanggil sebagai tangan, ada yang dipanggil sebagai kaki, dan sebagainya. Demikian kita masing-masing mempunyai panggilan yang spesifik.
Menemukan  panggilan atau penugasan yang spesifik akan membuat pelayanan kita menjadi efektif dan berbuah banyak. Sebaliknya berada pada panggilan dan penugasan yang salah akan membuat kita tidak efektif dan berbuah banyak.

Wahyu 3:1-2 (TB)  "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!
Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satu pun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.

Tuhan Yesus berkata kepada jemaat di Sardis bahwa mereka dikatakan hidup padahal mereka mati, dan pekerjaan mereka ditemukan tidak sempurna di hadapan Bapa. Bagaimana dengan kita, adakah kita pada saat ini juga ditemukan bahwa pekerjaan kita tidak sempurna di hadapan Bapa? 
Saya percaya, satu alasan yang menyebabkan pekerjaan kita didapati tidak sempurna di hadapan Bapa, adalah karena kita tidak sedang /belum mengerjakan pekerjaan yang spesifik yang Bapa telah tetapkan untuk kita kerjakan. (Catatan: pekerjaan /panggilan yang spesifik dari Tuhan, tidak lah harus pekerjaan /pelayanan yang besar). 

Oleh karena itu penting sekali agar hari-hari ini kita menemukan panggilan kita yang spesifik dan mengerjakan panggilan yang telah Bapa tetapkan tersebut, sehingga pada akhirnya jiwa-jiwa dituai bagi Kerajaan Allah dan pada akhirnya kita dapat berdiri di hadapan Tuhan, dan Tuhan berkata "Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba Ku yang baik dan setia. Engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. TUHAN YESUS MEMBERKATI.

GBI Jalan Jend Gatot Subroto