Berani Menyatakan Kebenaran

30 Nov, 2020

Shalom..., Tidak terasa kita sudah dipenghujung Tahun 2020 dan kalau kita perhatikan semakin banyak pesan-pesan Tuhan tentang KedatanganNya yang kedua kali, kita harus semakin siap untuk menjadi Mempelai Kristus dan mempertanggungjawabkan semua hidup kita dihadapanNya. Satu nasehat Firman Tuhan melalui Rasul Paulus kepada anak rohaninya, Timotius di dalam 2 Tim 4: 2 "Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran".

Beritakanlah Firman, beritakanlah kebenaranNya, dalam segala keadaan, kita harus siap dengan menyatakan apa yang salah, hal ini dimaksudkan untuk menyatakan kebenaran pada saat ada orang melakukan yang salah. Tegorlah dan nasehatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran, maksudnya kita harus berani menegur, menyatakan kebenaran yang seharusnya dilakukan dengan kesabaran dan pengajaran, sambal didoakan sampai orang tersebut bertobat dan berubah.

Langkah untuk kita berani bertindak menyatakan kebenaran dapat dipelajari dari Yehezkiel 3:1 "Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, makanlah apa yang engkau lihat di sini; makanlah gulungan kitab ini dan pergilah, berbicaralah kepada kaum Israel." Pertama, Mendengar Suara Tuhan. Kita perlu mendengar suara Tuhan dengan jelas, apa yang merupakan kebenaran yang perlu disampaikan dan kepada siapa Tuhan mau kita nyatakan kebenarannya. Mendengar suara Tuhan, mendengar FirmanNya setiap hari dapat melalui saat teduh pribadi kita, persekutuan kita dengan Tuhan, ibadah yang ada dan pembelajaran Firman.

Yehezkiel 3:2 "Maka kubukalah mulutku dan diberikan-Nya gulungan kitab itu kumakan." Kedua, Bertindak dengan Taat. Teladan Yehezkiel yang kita pelajari yaitu bertindak dengan ketaatan apa yang dia dengar dari Tuhan. Kunci kepekaan mendengar suara Tuhan yaitu sesuai Yesaya 50:4 kita dipertajam telinganya oleh Tuhan setiap pagi dalam saat teduh kita, dan melalui ketaatan. Belajar minta kemampuan Roh Kudus untuk taat melakukan apa perintah Tuhan, suara Tuhan yang kita dengar. Yehezkiel membuka mulut, mengunyah gulungan kitab, bahkan sampai dua kali perintah Tuhan untuk Yehezkiel makan gulungan kitab. 3) "Lalu firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, makanlah gulungan kitab yang Kuberikan ini kepadamu dan isilah perutmu dengan itu." Lalu aku memakannya dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku" Ketiga, Meresapi, Menghayati dan Menghidupi Firman Tuhan. Firman tidak hanya dimengerti tapi benar-benar sampai dihidupi dan dirasakan manisnya. Kita akan berani menyatakan kebenaran jika Firman itu sudah kita hidupi, artinya sudah jadi pelaku Firman. Pastikan menjelang kedatangan Tuhan Yesus kedua kali, kita benar-benar sudah menjadi pelaku Firman yang sungguh-sungguh.

Yehezkiel 3:4 "Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, mari, pergilah dan temuilah kaum Israel dan sampaikanlah perkataan-perkataan-Ku kepada mereka."Keempat, Berani Bertindak Menyatakan Kebenaran Sesuai Perintah Tuhan. 7) "Akan tetapi kaum Israel tidak mau mendengarkan engkau, sebab mereka tidak mau mendengarkan Aku, karena seluruh kaum Israel berkepala batu dan bertegar hati." Sekalipun pada orang yang kepala batu dan tegar hati. Seakan NO Hope, hopeless... Tuhan mau kita bertindak dengan tepat dan taat. Bagian kita hanya taat lakukan untuk berani menyatakan kebenaran, teguran yang Tuhan mau kita sampaikan.

Yehezkiel 3: 17 "Hai anak manusia, Aku telah menetapkan engkau menjadi penjaga kaum Israel. Bilamana engkau mendengarkan sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka atas nama-Ku. 20 Jikalau seorang yang benar berbalik dari kebenarannya dan ia berbuat curang, dan Aku meletakkan batu sandungan di hadapannya, ia akan mati. Oleh karena engkau tidak memperingatkan dia, ia akan mati dalam dosanya dan perbuatan-perbuatan kebenaran yang dikerjakannya tidak akan diingat-ingat, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu. 21 Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang yang benar itu supaya ia jangan berbuat dosa dan memang tidak berbuat dosa, ia akan tetap hidup, sebab ia mau menerima peringatan, dan engkau telah menyelamatkan nyawamu." Kelima, Ada tanggung jawab yang dituntut Tuhan. Jika kita tidak memberi peringatan atas kesalahan mereka, maka Tuhan akan menuntut pertanggungan jawab kita, tetapi jika kita sudah peringati dan orang tsb tidak bertobat maka kita telah menyelamatkan nyawa kita.

Biarlah kita belajar menyatakan kebenaran Firman Tuhan, sehingga pada saat kedatangan Tuhan kedua kali kita dapat mempertanggungjawabkan semua yang Tuhan minta, yaitu bukan hanya kita siap menjadi mempelaiNya tetapi kita juga siap mempertanggungjawabkan hidup kita karena kita sudah memberikan peringatan yang tepat. Jadilah berani menyatakan kebenaranNya! Maranatha! (IK)

 

GBI Jalan Jend Gatot Subroto