BANGKIT MENJADI PENUAI BAGI KRISTUS

10 Apr, 2017

Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian: "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku." - Yunus 1:1-2

Kehendak dan kerinduan hati Tuhan adalah melihat pertobatan jiwa-jiwa. Tuhan rindu sebanyak-banyaknya jiwa-jiwa diselamatkan sebelum kedatangan-Nya untuk kali yang kedua. Untuk itu sama seperti nabi Yunus, Tuhan juga mau memakai saudara dan saya sebagai alat-Nya untuk menuai jiwa-jiwa. Tapi seringkali karena persoalan yang menghimpit, karena kenikmatan dunia, karena kesibukan kita, karena pekerjaan kita dan lain sebagainya - tanpa kita sadari, semuanya itu dapat membuat kita berjalan keluar dari kehendak Tuhan. Dan sama seperti Yunus, kita berjalan menjauh dari hadapan Tuhan.

Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN. - Yunus 1:3

Tapi puji Tuhan, Tuhan setia, Ia mau dan rindu rancangan Nya tetap terjadi dan digenapi di dalam hidup kita. Ia mau rancangan-Nya tetap terjadi di bumi seperti di dalam surga. Ia tetap mau memakai kita sebagai alat Nya untuk menuai jiwa-jiwa. Ia mau memulihkan hidup kita.

Tetapi TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur. 
Bertanyalah mereka: "Akan kami apakan engkau, supaya laut menjadi reda dan tidak menyerang kami lagi, sebab laut semakin bergelora." 
Sahutnya kepada mereka: "Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu."
Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya. - Yunus 1:4, 11-12, 17

Sama seperti halnya kisah Yunus ini, maka kerap kali Tuhan mengijinkan datangnya badai besar dalam kehidupan kita untuk membawa kita kembali kepada Nya, kembali kepada rencana-Nya.

Dalam hal ini pertobatan diperlukan. Dan pertobatan akan membawa kita kepada pemulihan.

Berdoalah Yunus kepada TUHAN, Allahnya, dari dalam perut ikan itu, katanya: "Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku. Lalu berfirmanlah TUHAN kepada ikan itu, dan ikan itupun memuntahkan Yunus ke darat. - Yunus 2:1-2, 10

Pada waktu Yunus bertobat, Tuhan mengembalikannya kepada tugas pengutusan yang telah Ia berikan sebelumnya.

Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian: "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu." - Yunus 3:1-2

Pertobatan akan membawa kita kembali menyelesaikan tugas pengutusan yang memang sudah Tuhan tetapkan dalam hidup kita.

Seperti yang sudah pernah saya share sebelumnya dalam renungan pada bulan Februari yang lalu tentang "Berbuah-buah bagi Kristus" yaitu bagaimana kita menghidupi panggilan yang spesifik dalam hidup kita - maka saya percaya, setiap kita mengemban misi khusus atau panggilan khusus dalam hidup kita. Tuhan mau agar kita menyelesaikan tugas atau panggilan yang telah Ia tetapkan bagi kita tersebut. Agar kita menjadi penuai yang efektif dan maksimal, maka kita perlu mengerti panggilan Tuhan yang spesifik dalam kehidupan kita dan menghidupinya.

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. - Yohanes 15:10

Angin Perubahan yang membawa kebangkitan pada gereja-Nya sedang berhembus, dan Ia akan membawa gereja-Nya untuk menjadi saksi-Nya untuk menuai jutaan jiwa bagi kemuliaan-Nya.

Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. - Yesaya 60:1

GBI Jalan Jend Gatot Subroto