BADAI PASTI BERLALU

12 Apr, 2020

Kata "badai" seringkali dianalogikan sebagai suatu peristiwa atau kejadian yang tidak mengenakan, tidak terduga dan tidak diharapkan untuk terjadi. Bentuknya bisa berupa peristiwa alam, musibah, persoalan yang datang silih berganti, termasuk peristiwa yang sedang dialami oleh bangsa Indonesia dan banyak bangsa-bangsa lainnya di dunia: pandemi virus covid-19!
Yang membahayakan dari virus covid-19 bukan hanya soal sifat menularnya bahkan berdampak kematiannya saja, tetapi juga teror, roh ketakutan, roh intimidasi yang bekerja dibelakangnya yang menyebabkan orang menjadi lemah iman, tinggal dalam kegelisahan, bertindak irasional, bahkan paranoid.
Bagaimana kita menyikapi apa yang sedang dialami oleh bangsa ini?

1. Jangan kehilangan kasih yang mula-mula
Situasi yang sedang terjadi mungkin sudah sampai pada satu tahapan dimana kita bertanya kepada TUHAN, "sampai kapankah ini terjadi?" keadaan seakan tidak jelas, ada pembatasan ruang gerak, kerja dan usaha jadi terbatas sedangkan tuntutan kebutuhan hidup jalan terus. Banyak orang mulai menjerit karena penghasilan menjadi jauh berkurang. Keadaan mungkin semakin tidak bertambah baik, namun jangan sampai kita kehilangan kasih yang mula-mula kepada Tuhan Yesus dan menjadi kecewa dengan keadaan.
Tiga ayat yang patut kita renungkan, perkatakan dan lakukan agar kita tidak menjadi kecewa dan kehilangan kasih yang mula-mula:
a. Roma 8:28
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
b. Filipi 4:13
Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
c. 1 Tesalonika 5:18
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

2. Ambil bagian dalam doa bagi bangsa
Gembala Sidang/Pembina menyampaikan bahwa kondisi yang kita alami sekarang ini adalah sebuah wake up call bagi kita untuk bangkit dan berdoa bagi bangsa dan negara kita, juga untuk bangsa-bangsa. Sebab apa yang kita alami sangat mirip dengan apa yang dinyatakan dalam 2 Taw 7:13-14
"Bilamana Aku menutup langit, sehingga tidak ada hujan, dan bilamana Aku menyuruh belalang memakan habis hasil bumi, dan bilamana Aku melepaskan penyakit sampar di antara umat-Ku, dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka."
Mari kita ambil bagian dalam doa dan puasa bersama-sama sampai TUHAN memulihkan bangsa kita.

3. Tetap ikuti arahan pemerintah
Melalui peristiwa ini semua orang diajar untuk mentaati pemerintah secara tepat, dan terbukti bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Berapa banyak kita melihat orang-orang yang tidak mengindahkan himbauan pemerintah untuk menjauhi keramaian? Padahal dengan mentaati pemerintah, kita sedang melakukan Firman Tuhan sebagaimana tertulis dalam Roma 13:1-2:
"Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya."
Sejauh himbauan dan arahan pemerintah tidak bertentangan dengan Firman Tuhan dan dilakukan untuk kebaikan semua orang, mari kita melakukannya dengan penuh ketaatan.
Lakukan tiga hal ini dan dengan penghiburan dan kekuatan dari Roh Kudus yakinlah Badai Pasti Berlalu, Don't Panic, Pray! (DL)

 

GBI Jalan Jend Gatot Subroto