AYO BERDOA UNTUK TIGA POKOK DOA PENTING INI!

09 Oct, 2020

Ayat bacaan:
"Tetaplah berdoa." (1 Tes 5:17)

Pendahuluan:
Ayat bacaan kita merupakan salah ayat yang terpendek di dalam Alkitab, namun demikian memiliki pesan yang sangat luar biasa dan harus dilakukan oleh semua orang percaya. Biar bagaimana pun tidak mungkin orang kristen dapat dilepaskan dari doa, sebab doa adalah komunikasi dua arah orang percaya dengan TUHAN. Tanpa doa (tentu diserta pujian dan penyembahan) hubungan orang percaya dengan TUHAN adalah hubungan yang ‘sunyi', hubungan tanpa komunikasi.

Dalam doa ada pujian, pengagungan, deklarasi, tapi juga ada permohonan yang disampaikan, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain (syafaat). Pokok doa apa saja yang perlu kita doakan? Gembala Sidang/Gembala Jemaat Induk menyampaikan ada tiga pokok doa yang Tuhan mau kita lakukan hari-hari ini, yaitu:

Berdoa untuk negara kita Indonesia
Kita harus berdoa untuk negara kita Indonesia. Sesuai dengan Yeremia 29:7, kita harus berdoa untuk kesejahteraan negara kita, karena kalau negara Indonesia sejahtera maka kita juga akan mengalami sejahtera. Sesuai dengan Yesaya 48:18, bahwa kesejahteraan akan terjadi kalau kita memperhatikan perintah-perintah Tuhan. Karena itu, marilah kita berdoa bahwa negara Indonesia akan memperhatikan perintah-perintah Tuhan. Berdoa untuk Indonesia harus didasari oleh hati yang mengasihi Tuhan Yesus dan mencintai bangsa ini, tidak peduli apa yang telah terjadi atau apa yang mungkin bangsa ini telah lakukan terhadap umat Tuhan, kita tidak dapat menjadi pensyafaat bagi bangsa jika kita tidak memiliki hati yang mengasihi bangsa ini. Doakan pemerintah Indonesia mulai dari pusat sampai daerah, doakan penduduk Indonesia, doakan perekonomian, doakan agar Pandemi segera dapat diatasi.

Berdoa untuk pertobatan
Sesuai dengan yang terdapat dalam 2 Tawarikh 7:13-14 yang berkata, kalau kita melihat Tuhan menutup langit sehingga tidak ada hujan; kalau kita melihat Tuhan menyuruh belalang memakan habis hasil bumi - ini berbicara tentang resesi ekonomi. Kalau kita melihat Tuhan melepaskan penyakit sampar diantara umat-Nya - ini berbicara tentang pandemi Covid-19, maka Tuhan meminta kepada kita untuk merendahkan diri, berdoa, mencari wajah Tuhan, dan berbalik dari jalan-jalan yang jahat. Jika kita melakukan ini, maka Tuhan akan mendengar dari sorga. Tuhan akan mengampuni dosa-dosa kita dan Tuhan akan memulihkan negeri kita dari pandemi Covid-19 dan resesi ekonomi.
Di tengah situasi yang seperti sekarang ini bukan waktunya untuk saling menunjuk dan mempermasalahkan, mari masing-masing kita melakukan koreksi diri dan berdoa minta pengampunan Tuhan untuk dosa-dosa dan pelanggaran kita dan juga bangsa ini.

Berdoa untuk penuaian jiwa besar-besaran.
Selain itu kita harus berdoa untuk penuaian jiwa besar-besaran. Penuaian jiwa besar-besaran selalu didahului dengan kebangkitan doa. Sebelum Roh Kudus dicurahkan di kamar loteng Yerusalem 2000 tahun yang lalu, yang disebutkan sebagai Pentakosta Pertama, maka murid-murid Tuhan Yesus, semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama. Yang artinya mereka berdoa, memuji dan menyembah Tuhan dalam unity siang dan malam. Ini adalah prinsip Restorasi Pondok Daud. Hal ini juga terus dilakukan setelah Roh Kudus dicurahkan. Penuaian jiwa besar-besaran terjadi.
Demikian pula pada waktu Roh Kudus dicurahkan di Azusa Street yang disebutkan sebagai Pentakosta Kedua. William Seymour yang memimpin doa. Semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama. Penuaian jiwa besar-besaran juga terjadi.
Tahun 2013, Tuhan berbicara kepada Gembala Sidang/Gembala Jemaat Induk bahwa pencurahan Roh Kudus yang terjadi di jaman Now disebut sebagai Pentakosta Ketiga. Sejak saat itu, saya terus berdoa untuk kebangkitan doa di Indonesia karena pencurahan yang dahsyat dari Roh Kudus di Pentakosta Ketiga akan terjadi setelah terjadinya kebangkitan doa. Tahun 2020, ketika terjadi pandemi Covid-19, yang luar biasa terjadi juga kebangkitan doa antar denominasi di Indonesia. Menurut Bilangan Research Center: 83,8% gereja-gereja ikut dalam kegerakan doa ini. Haleluya! Selain itu pada tanggal 8 Juli - 17 Agustus 2020, ada acara Doa Pujian Penyembahan 24 jam sehari, 7 hari seminggu, selama 40 hari. Dan dilakukan pergantian tugas setiap 2 jam. Acara ini diikuti oleh gereja-gereja antar denominasi di seluruh Indonesia. Ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Penutup
Jangan berhenti berdoa, jangan lelah untuk berdoa. Terus doakan ketiga pokok doa yang penting tersebut diatas. Jadilah bagian dari penuaian jiwa yang terbesar dan terakhir sebelum Tuhan Yesus datang yang kedua kali. (DL)

 

GBI Jalan Jend Gatot Subroto