Antara Tuhan dan Investasi Masa Depan Mapan

26 Mar, 2019

"Those who love their life in this world will lose it. Those who care nothing for their life in this world will keep it for eternity" John 12:25 NLT

Prinsip ekonomi jadi prinsip kehidupan, mengeluarkan sekecil-kecilnya untuk mendapatkan yang sebesar-besarnya. Semua diperhitungkan secara berlebihan, bahkan sama Tuhan aja jadi itung-itungan (Luk 6:38). Ingin pergi kebaktian rohani, tapi tak mau rugi. Padahal biaya ke gereja tak sebanding dengan biaya ngopi di starbucks dan cozy place lainnya. Maunya selalu diberi, padahal prinsip kasih selalu memberi (Kis 20:35). Semua dibolak-balik sesuka hati, demi kehidupan yang mapan, uang menjadi tuan dan Tuhan dinomorduakan (Mat 6:24). Cicil masa depan mapan, mulai dari saat ini. Investasi sana-sini, jangan sampai hidup miskin. Mengikuti tawaran investasi yang menggiurkan, pergi dan pulang kerja tanpa melihat sinar matahari demi mencari uang. Waktu bersama keluarga terganggu karena antara hari libur dan hari kerja tiada beda lagi. Seminar menjadi mapan finansial coba diikuti, mencari tips-tips menjadi kaya hingga aplikasi penghasil uang pun ramai diburu. Mimpi sejuta Dollar, Poundsterling (GBP), mencicil masa depan mapan.

Surga tak bisa dibeli apalagi Tuhan, Sang pemilik surga (Mazmur 49:7-9). Investasi di dunia memang perlu, tapi ada hal lain yang juga lebih perlu. Di surga nanti, sudahkah kita berinvestasi. Investasi hati yang sepenuhnya terikat pada Tuhan bukan uang apalagi motivasi hidup mapan tak berkesudahan, kaya tujuh turunan, memiliki dunia dan segala isinya. CintaNya tak bisa dibeli dengan harta, sudahkah kita menyadarinya (Kidung Agung 8:7). 24 jam dalam sehari yang kita punya, masihkah disiplin saat teduh, adakah waktu spesial yang disediakan buat ngobrol, dengerin Tuhan Yesus secara khusus. Percuma banyak bekerja tapi dahaga karena tak minum air kehidupan yang sesungguhnya (Yohanes 4:4). Change or Die, menomorsatukan Tuhan Yesus adalah prioritas.

"Jadi, siapa sesungguhnya yang kita sayang?"
"Tuhan atau uang?"
Don't live for the present. Don't hold tightly to comforts, pleasure, power, position or wealth.
Jesus must always be our top priority.

 

GBI Jalan Jend Gatot Subroto