ALL THINGS NEW

01 Aug, 2022

Bahan Bacaan :
Yesaya 43 : 18-19, "firman-Nya : Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala ! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya ? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara."

Penjelasan Materi :
Teams, siapa sih dari setiap kita yang tidak punya masa lalu yang kelam? Mungkin di masa lalu, kita pernah mengalami suatu kondisi hidup yang tidak mengenakkan, menyeramkan, memilukan hati, sampai-sampai ketika kita memikirkan kembali hal itu di masa kini, rasanya seperti trauma dan hati jadi gelisah. Jika demikian, belajarlah untuk berdamai dengan masa lalu kita, sekelam apapun itu, terimalah, jadikan pembelajaran di masa sekarang, lupakan rasa sakitnya, maafkan lah diri kita, ampuni kesalahan orang lain yang terlibat, jangan meyalahkan diri kita dan orang lain, ataupun keadaan apalagi Tuhan. Ingat teams, menyesali, mengutuki, menyalahkan pihak tertentu atas apa yang telah berlalu, tidak sama sekali menyelesaikan masalah, melainkan akan menimbulkan masalah baru.

Coba perhatikan kehidupan Rasul Paulus, dalam : Filipi 3 : 13 - 14, dikatakan, "Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus". Teams, kita bisa belajar dari Rasul Paulus yang memiliki masa lalu yang hendak ia lupakan. Sebelum 'ditangkap' oleh Kristus, Paulus yang sebelumnya bernama Saulus adalah penganiaya jemaat, ia sangat antipati terhadap orang-orang Kristen. Namun sejak "perjumpaan dengan Kristus" hidup Paulus diubahkan. Alkitab menyatakan, "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." (2 Korintus 5:17). Itulah sebabnya Paulus bertekad untuk melupakan masa lalunya yang kelam.

Teams, jika kita masih "memegang" terus masa lalu itu, kita akan sulit untuk maju dan mencapai visi yang Tuhan mau dalam hidup kita, kita menjadi tidak maksimal, uring-uringan dan bias menjadi sakit hati serta pikiran sampai sakit fisik, karena sakit hati terus menggerogoti hari-hari ini. Tetapi jika kita mau serahkan segalanya di dalam tangan Tuhan, dan mau mengalami Tuhan makan akan ada perjumpaan pribadi dengan Tuhan yang akan memberi perubahan ke arah yang lebih baik. Hidup kitapun jadi dikuasai Roh Kudus, dan akhirnya kita akan dimampukan Tuhan untuk sungguh-sungguh menjalankan keselamatan dan panggilan sorgawi. (AKD)

Bahan Diskusi: Bagaimana dengan kita teams? Sudahkah kita berdamai dengan masa lalu kelam kita? Atau kita masih bawa kepaitan masa lalu itu di hidup kita yang sekarang?

 

GBI Jalan Jend Gatot Subroto