3 Dimensi Pengorbanan

06 Apr, 2020

"Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak terselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar" (2 Korintus 3:18)

Menurut persepsi Anda, apakah gambaran "kemuliaan yang semakin besar" itu? Ada yang berpandangan bahwa pengertian "kemuliaan yang semakin besar" itu sesuatu yang baru akan kita terima di surga kelak, ada juga yang berpandangan, "kemuliaan yang semakin besar" itu berbicara mengenai kekayaan materi, posisi yang tinggi, kesuksesan, keberhasilan ataupun keunggulan prestasi.

Itulah beberapa pandangan yang seringkali kita dengar, namun melalui artikel ini kita akan melihat dari dimensi lebih luas lagi. Berangkat dari ayat ini kita belajar bahwa "kemuliaan yang semakin besar" itu berarti bagaimana kehidupan kita dari hari ke hari diubahkan menjadi serupa dengan gambaran-Nya, meliputi cara kita bersikap, cara kita bekerja, cara kita berkata, cara kita berpikir maupun cara kita hidup dan kerelaan kita untuk berkorban.

Sebuah ungkapan yang seringkali kita dengar "TIDAK ADA KEMULIAAN TANPA PENGORBANAN", artinya tanpa pengorbanan mustahil kita mendapatkan kemuliaan. Dalam banyak kisah kesuksesan atau keberhasilan yang seringkali kita dengar, tentunya tidak pernah lepas dari pengorbanan yang mendahuluinya.

Karya Salib memberikan keteladanan bagi kita orang percaya, bagaimana pengorbanan yang Yesus lakukan bagi kita bahkan taat sampai mati membawa dampak yang luar bisaaa bagi manusia. Melalui pengorbanan-Nya kita diampuni, dilayakkan dan diselamatkan sehingga kita memperoleh keselamatan. Dari keteladanan ini ada nilai-nilai pengorbanan yang sudah Yesus lakukan yang bisa kita lakukan di zaman ini mengingat nilai pengorbanan yang sudah semakin langka kita temui, dikarenakan manusia
menjadi semakin mementingkan diri sendiri atau self oriented (2 Timotius 3:1-4). Bagaimana dengan sikap Anda di keseharian dunia kerja Anda?

Mother Teresa pernah berkata, "A sacrifice to be real must cost, must hurt, and must empty ourselves. Give yourself fully to God. He will use you to accomplish great things on the condition that you believe much more in His love than in your weakness". Ya, pengorbanan bukanlah pengorbanan sampai ada harga yang kita bayar entah itu materi, waktu, tenaga dan hal lain yang kita beri untuk orang lain. Kita dimampukan melakukan semuanya karena kasih Kristus lebih besar dari segala kelemahan kita.
3 Dimensi PENGORBANAN yang perlu Anda perhatikan:

Dimensi PENGORBANAN yang pertama adalah kita harus melakukannya sebagai bentuk ketaatan kita kepada firman Tuhan. Filipi 2:8, Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Yesus memberikan keteladanan bagi kita, PENGORBANAN dalam ketaatan yang Dia lakukan bukan didasari oleh karena orang-orang yang pantas dan layak menerimanya, melainkan didasari oleh ketaatan-Nya kepada kehendak Bapa, Ia berkorban kepada semua orang terlebih untuk orang-orang yang sebenarnya tidak layak dan pantas untuk menerimanya sehingga melalui PENGORBANAN-NYA banyak orang yang akan diselamatkan. Mungkin bagi sebagian orang, PENGORBANAN ini adalah sebuah kebodohan. Namun, bagi kita yang percaya kepada-Nya, ini adalah bukti ketaatan-Nya kepada kehendak Bapa. Berkorban untuk orang-orang yang mengasihi kita rasanya semua orang bisa dan mau untuk melakukannya. Namun bagaimana dengan orangorang
yang mungkin membenci kita, yang berseberangan keyakinan dengan kita ataupun bukan anggota keluarga kita? Apakah kita mampu untuk melakukannya? Bersama dengan ROH-NYA kita akan dimampukan untuk tetap mengasihi mereka, seperti Yesus yang sudah memberikan teladan kepada kita anak-anak-Nya. Untuk itu, ketaatan yang Yesus lakukan kepada kehendak Bapa harus menjadi gaya hidup Anda dan saya. Artinya, jiwa yang mau berkorban seharusnya mengalir deras dalam hidup kita. Untuk itu sudah sepatutnya kita tidak alergi, tidak enggan berkorban bagi Tuhan dan sesama dalam segala aspek hidup kita entah itu bicara soal berkorban demi mencapai impian Anda, impian orang lain atau berkorban demi keselamatan jiwa-jiwa yang terhilang.

Setelah kita memahami bahwa PENGORBANAN adalah teladan yang Yesus sudah lakukan bagi semua orang, maka selanjutnya adalah bagaimana mengaplikasikan PENGORBANAN itu dalam seluruh aspek kehidupan kita dengan sikap yang benar, bukan untuk kuat gagah ataupun kepentingan diri sendiri namun harus didasari oleh ketulusan hati. Banyak orang, khususunya di dunia kerja saat ini segala sesuatu selalu dihitung dengan pamrih atau imbalan. Misalnya, baru mau mengerjakan suatu hal kalau diiming-iming reward yang jelas. Kalau tidak jelas rewardnya, tugas apapun tidak akan dikerjakan. Kalau pun dilaksanakan, mungkin dengan setengah hati. Ya, semua dikalkulasi dengan hitung-hitungan. Ketika pemahaman kita tentang PENGORBANAN sudah benar, bahwa PENGORBANAN adalah respon ketaatan kita terhadap kehendak Tuhan lalu disertai dengan ketulusan hati, maka selanjutnya yang harus kita lakukan adalah melakukannya dengan ketekunan dan konsistensi. Galatia 6:9, "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah." KETEKUNAN bukanlah hal yang mudah dilakukan. Sebagai contoh, ketika Anda berkorban untuk perusahaan dengan melakukan pekerjaan yang terbaik yang bisa Anda lakukan, tidak ada jaminan Anda akan langsung mendapat ucapan terima kasih, pengakuan atau penghargaan. Barangkali jasa Anda akan dianggap sebagai angin lalu atau bisa jadi dilupakan. Namun percayalah jika engkau tidak menjadi lemah -kehilangan ketekunan dan konsistensi- maka Tuhan tidak pernah menutup mata terhadap semuanya itu. Percayalah, waktu Tuhan pasti yang terbaik bagi kita. Mordekhai adalah contohnya. Suatu ketika ia mengetahui suatu konspirasi rencana jahat dua orang sida-sida raja ingin membunuh raja Ahasyweros. Mengerikan bukan? Sebaliknya, firman Tuhan justru mengajarkan kita untuk, "Jangan curang tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, juruselamat kita." (Titus 2:10) Lakukanlah dengan ketulusan, karena itu hakikat Anda. Sekuntum bunga tetap berkembang walaupun tidak ada yang melihat atau memuji. Ia tetap memberikan sarinya untuk lebah, walau tidak ada ucapan terima kasih. Hakikat hidupnya adalah untuk mempercantik dunia, entah ada pujian atau pun tidak. "Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagimereka yang bersih hatinya." (Mazmur 73:1)

Ketika pemahaman kita tentang PENGORBANAN sudah benar, bahwa PENGORBANAN adalah respon ketaatan kita terhadap kehendak Tuhan lalu disertai dengan ketulusan hati, maka selanjutnya yang harus kita lakukan adalah melakukannya dengan ketekunan dan konsistensi. Galatia 6:9, "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah." KETEKUNAN bukanlah hal yang mudah dilakukan. Sebagai contoh, ketika Anda berkorban untuk perusahaan dengan melakukan pekerjaan yang terbaik yang bisa Anda lakukan, tidak ada jaminan Anda akan langsung mendapat ucapan terima kasih, pengakuan atau penghargaan. Barangkali jasa Anda akan dianggap sebagai angin lalu atau bisa jadi dilupakan. Namun percayalah jika engkau tidak menjadi lemah -kehilangan ketekunan dan konsistensi- maka Tuhan tidak pernah menutup mata terhadap semuanya itu. Percayalah, waktu Tuhan pasti yang terbaik bagi kita. Mordekhai adalah contohnya. Suatu ketika ia mengetahui suatu konspirasi rencana jahat dua orang sida-sida raja ingin membunuh raja Ahasyweros.

Oleh karena Mordekhai, rencana itu digagalkan. Namun, apakah Mordekhai langsung mendapat hadiah? Tidak. Raja bahkan tidak ingat dengan kejadian tersebut. Baru setelah beberapa lama berelang, Raja Ahasyweros baru mengingatnya dan memberinya penghargaan atau reward. (Ester 6). John Maxwell pernah mengatakan dalam bukunya "Ada harga untuk setiap pencapaian besar. Pertanyaannya adalah apakah Anda rela membayarnya dengan kerja keras, pengorbanan kesabaran, keyakinan dan ketekunan?" Pro & Biz, kedepankanlah nilai-nilai pengorbanan dalam seluruh aspek kehidupan Anda, lakukan dengan sepenuh hati. Karena setiap jerih lelah, setiap air mata, setiap benih yang Anda tabur tidak akan kembali dengan sia-sia tapi akan membuahkan dimensi kemuliaan yang semakin besar

"GREAT ACHIEVEMENT IS USUALLY BORN OF GREAT SACRIFICE AND IT NEVER THE RESULT OF SELFISHNESS"

 

GBI Jalan Jend Gatot Subroto